TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Harga Timah di Pasar Fisik JFX Capai US$ 39,800 per Metrik Ton, Disebut telah Untungkan Negara

Busthomi
21 October 2021 | 16:40
rubrik: Business Info
Jelang Libur Lebaran, Harga Timah di JFX Catat Rekor Baru

Jakarta, TopBusiness — Harga timah di Pasar Fisik Timah Murni Batangan yang diperdagangkan di Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) atau Jakarta Futures Exchange (JFX), pada tanggal 19 Oktober 2021 mencapai harga yaitu US$ 39.800 per metrik ton.

Harga ini merupakan harga tertinggi sejak Timah Murni Batangan mulai diperdagangkan di BBJ.Selama bulan Oktober 2021, harga timah murni batangan di BBJ telah mengalami peningkatan sebesar 18,2%, dimana di awal perdagangan tanggal 1 Oktober 2021, harga yang terjadi sebesar US$ 33.670 per metrik ton.

Stephanus Paulus Lumintang, Direktur Utama BBJ mengatakan, terjadinya kenaikan harga di pasar fisik timah murni batangan ini menunjukkan bahwa ada kenaikan permintaan pasar, khususnya untuk ekspor.

“Harga yang terjadi di BBJ ini adalah harga pasar yang terbentuk atas dasar permintaan dan penawaran yang terjadi secara murni. Terciptanya harga tertinggi ini tentunya merupakan angin segar bagi ekosistem pasar fisik timah murni batangan yang diperdagangkan di BBJ,” kata Paulus Lumintang, Kamis (21/10/2021).

“Selain itu, pergerakan ekonomi global yang mulai tumbuh, tentunya juga memberikan stimulus terhadap terjadinya kenaikan transaksi ini,” katanya.

Pasar Fisik Timah Murni Batangan yang diperdagangkan di BBJ, merupakan perdagangan timah produksi PT Timah Tbk, dan khusus untuk kegiatan ekspor.

Sampai dengan Kuartal III-2021, transaksi pasar fisik timah murni batangan di BBJ mencapai 672 Lot dalam 30.108 metrik Ton, dengan total nilai transaksi mencapai USD 892,2 Juta, atau lebih dari Rp 12,6 triliun.

Sebagai catatan, pasar fisik timah murni batangan untuk ekspor di BBJ mulai diperdagangkan sejak pertengahan tahun 2019 yang lalu. Sedangkan untuk Pasar Fisik timah dalam negeri baru mulai berjakan sejak Maret 2021.

BACA JUGA:   Di Periode Lebaran, KAI Layani 4,39 Juta Pelanggan

Fajar Wibhiyadi, Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero), BUMN yang berperan sebagai Lembaga Kliring Penjaminan dan Penyelesaian Transaksi di Pasar Fisik Timah Murni Batangan di BBJ mengatakan, adanya pertumbuhan harga timah untuk ekspor di Pasar Fisik Timah Murni Batangan di BBJ ini tentunya juga memberikan dampak positif kepada negara.

“Kita tahu, dengan adanya ekspor timah tentunya akan memberikan tambahan devisa bagi negara. Selain itu, pemerintah baik pusat maupun daerah juga akan mendapatkan dana bagi hasil dari royalty atas ekspor timah yang ada,” ujar Fajar.

Sesuai dengan Peraturan Pemerintah No 81 tahun 2019 tentang Jenis dan Tarif Penerimaan Negara bukan Pajak, disebutkan bahwa Pemerintah akan mendapatkan royalty sebesar 3% dari harga jual.

Selanjutnya, bagi pemerintah daerah akan ada alokasi dalam bentuk Dana Bagi Hasil. Indonesia sendiri menjadi pemain yang diperhitungkan di pasar timah dunia, yang memiliki cadangan sekitar 17% dari total cadangan timah dunia.

FOTO: Istimewa

Tags: BBJpasar timahPT KBI
Previous Post

Aksi Ambil Untung, IHSG Negatif Poin

Next Post

Dukung Pengembangan Mobil Listrik, LKN Kembali Gelar Dialog Nasional

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR