Jakarta, TopBusiness—Analis dari Samuel Sekuritas Indonesia, Andreas Kristo Saragin, pada akhir pekan kemarin, memublikasikan analisis tentang saham dan kinerja PTPP (PT Pembangunan Perumahan).
Ia antara lain menganalisis bahwa pihaknya memertahankan rating buy di saham PTPP. Adapun TP (target price) terbaru untuk saham tersebut adalah di Rp1.400 per lembar. Hal ini merefleksikan 21,7 kali P/E 22F, yang merupakan rata-rata P/E lima tahun.
“Raihan kontrak baru dan potensi laba yang cukup besar dari divestasi aset, dapat jadi katalis positif untuk saham PTPP,” kata Andreas.
Kontak baru PTPP tumbuh 14.6% YoY. PTPP membukukan kontrak baru sebesar Rp13.5 triliun di sembilan bulan pertama 2021: setara 54% dari proyeksi Samuel Sekuritas yang telah direvisi.
Mundurnya tender beberapa proyek jalan tol dan EPC ke tahun 2022 menjadi salah satu alasan Samuel Sekuritas untuk menurunkan proyeksi kontrak baru PTPP sebesar 16.7% ke Rp25 triliun. Tambahan kontrak baru hingga akhir tahun diperkirakan akan berasal dari proyek pelabuhan, proyek jalan tol dan proyek luar negeri.
Potensi laba divestasi. PTPP saat ini dalam proses divestasi 35% kepemilikan saham di PT Jasamarga Pandaan Malang, pemilik konsesi jalan tol Pandaan–Malang, dengan dengan dua investor (domestik dan internasional). Valuasi atas transaksi ini diperkirakan di 2 kali PBV, mengingat ruas tol tersebut memiliki trafik yang cukup baik dengan tingkat IRR yang lebih tinggi dari perkiraan awal.
“Proses divestasi diharapkan selesai di akhir 2021 dan diproyeksikan dapat menghasilkan laba Rp400 miliar.”
Penerimaan pembayaran proyek akan membantu likuiditas. Penerimaan pembayaran proyek diperkirakan dapat mencapai Rp2.6 triliun hingga akhir Desember 2021. Sekitar 50% akan berasal dari pembayaran beberapa proyek jalan tol dan sekitar Rp1.3 triliun sisanya akan berasal dari pembayaran proyek smelter, proyek gedung dan proyek pematangan lahan di Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang.
KIT Batang menjadi salah satu sumber pendapatan hingga tahun 2024. KIT Batang adalah proyek investasi terbaru PTPP di mana PTPP memiliki 35% saham dan sisanya dimiliki oleh Kawasan Industri Wijayakusuma dan Perkebunan Nusantara IX. KIT Batang memiliki luas lahan sebesar 290 ha dan diharapkan dapat beroperasi di tahun 2024.
Estimasi kontrak baru yang dapat diperoleh dari pekerjaan infrastruktur sebesar Rp10.8 triliun dengan kontrak yang saat ini dimiliki PTPP sebesar Rp3.3 triliun. Pendapatan yang dapat dibukukan dari proyek ini diperkirakan sebesar Rp3 triliun per tahun di tahun 2022 dan 2023.
Sementara itu, berdasarkan pengamatan wartawan Majalah TopBusiness dari data RTI Infokom, saham PTPP di sekitar jam 09.40 pagi ini, seharga Rp1.215. Atau, naik Rp10 (0,83%) dari harga sebelumnya.
Volume perdagangan saham PTPP sedari awal perdagangan pagi ini sampai sekitar jam09.40 tersebut, sebanyak 69.000-an unit saham.
