TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

LPEM UI Prediksi Ekonomi RI Tumbuh 3,8 Persen Tahun Ini

Nurdian Akhmad
3 November 2021 | 10:37
rubrik: Ekonomi
FOTO – Kualitas Udara di Jakarta Membaik

FOTO: Rendy MR/TopBusiness

Jakarta, TopBusiness  – Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis (LPEM FEB) Universitas Indonesia (UI) memperkirakan ekonomi Indonesia tahun 2021 akan tumbuh 3,8 persen, karena adanya kemungkinan risiko terjadinya lonjakan kasus pada akhir tahun dan pembalikan arah kuartal keempat sulit terjadi.

Pada kuartal III 2021, ekonomi Indonesia diprediksi tumbuh 3,9 persen sampai 4,3 persen.

“Gelombang Covid-19 yang terjadi awal kuartal III 2021 mendorong kemungkinan terjadinya perlambatan pertumbuhan ekonomi seiring pengetatan mobilitas masyarakat pada kuartal ini,” ujar Ekonom LPEM FEB UI Teuku Riefky dalam keterangan resmi seperti dikutip Rabu (3/11/2021).

Menurut Teuku, walaupun aktivitas ekonomi mengalami peningkatan sejak pelonggaran pembatasan sosial pada Agustus 2021, lonjakan pertumbuhan ekonomi kemungkinan akan terbatas seiring risiko lonjakan kasus masih membayangi hingga akhir tahun ini.

Melihat dinamika pertumbuhan ekonomi saat ini, Riefky mengingatkan agar perlu selalu diperhatikan fakta pandemi belum sepenuhnya berakhir. Sebab itu, penerapan protokol kesehatan tetap harus menjadi perhatian meski aktivitas ekonomi terus berlangsung guna mencegah adanya gelombang susulan pandemi yang bukan hanya akan menyerang sektor kesehatan, namun juga sistem ekonomi secara keseluruhan.

Menjaga kewaspadaan akan risiko penyebaran Covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan dan mempercepat tingkat vaksinasi, kata dia, merupakan kunci untuk mengejar tingkat pertumbuhan kembali ke level pra pandemi kisaran 5,1 persen sampai 5,4 persen pada 2022.

Maka demikian, lanjut dia, berhasil atau tidaknya tingkat pertumbuhan ekonomi kembali ke level pra pandemi pada 2022 akan tergantung dari seberapa sukses pemerintah dan masyarakat mencapai kedua hal tersebut, terlepas dengan berbagai ketidakpastian yang muncul.

“Di tengah krisis kesehatan yang sedang berlangsung, Presidensi G20 2022 di Indonesia dapat menjadi momentum yang tepat bagi pemerintah Indonesia mengatur ulang fokusnya dalam agenda pembangunan jangka panjang, sembari memfasilitasi diskusi antar pemimpin negara terkait pemulihan global yang lebih kuat dan merata,” ucapnya.

BACA JUGA:   Rencana Perundingan Trade War Bikin Rupiah Menguat
Tags: LPEM FEB UIpertumbuhan ekonomi
Previous Post

Hakaaston Genjot Pasar Eksternal

Next Post

Jumlah Merchant QRIS Sentuh 12 Juta

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR