TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Sudah Naik 9,47%, Mirae Asset: Ini Penopang Pertumbuhan IHSG hingga Akhir Tahun

Busthomi
5 November 2021 | 10:34
rubrik: Capital Market
FOTO2 BURSA EFEK

Bursa Efek Indonesia (BEI). FOTO: (Rendy MR/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness – Dalam empat bulan terakhir atau sejak Juni hingga Rabu kemarin (3/11/2021), pemulihan ekonomi nasional disikapi positif oleh masyarakat, tercermin dari penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang melonjak hingga 9,47%.

Martha Christina dan Nafan Aji Gusta, Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas, mengatakan hingga akhir tahun 2021, investor masih memiliki ruang pertumbuhan dengan potensi penguatan IHSG hingga 6.800, meskipun akan mengalami konsolidasi pada bulan ini.

“Secara teknikal, kami memperkirakan IHSG akan bergerak di kisaran 6.394 hingga 6.693 pada November, dan diperkirakan akan melemah terbatas dengan target di level 6.570 pada bulan ini,” kata Martha, dikutip Jumat (5/11/2021).

Meskipun demikian, kembali ditegaskan Martha, investor dan trader dinilai perlu berlega hati karena tapering kali ini diprediksi tidak akan seperti pada 2013-2015 lalu ketika tapering pertama kali dilakukan dan menyebabkan peristiwa yang sekarang dikenal sebagai taper tantrum.

Faktor tersebut juga ditambah faktor sinyal kenaikan suku bunga acuan AS yaitu Fed Rate yang kemungkinan besar tidak akan dieksekusi dalam waktu dekat.

Mengantisipasi pelemahan pasar di bulan November, Martha dan Nafan merekomendasikan saham-saham kapitalisasi besar yang dapat menjadi pilihan investor seperti sektor perbankan, industri manufaktur, dan infrastruktur.

“Prediksi itu mengingat dari sisi makroekonomi, yakni kinerja PMI Manufaktur Global selama 16 bulan masih ekspansi di mana per Oktober 2021 tercatat naik menjadi 54,3 dan domestik mencetak rekor tertinggi 57,2,” sambung Nafan.

Saham-saham yang direkomendasikan tersebut antara lain, BBCA, BBRI, BMRI, BBNI, ASII, UNTR, TLKM, EXCL, ISAT, TOWR dan TBIG.

Nafan kembali menambahkan bahwa faktor makroekonomi yang akan mendukung IHSG dan pasar saham domestik dalam waktu dekat adalah kinerja industri manufaktur global dan domestik. Nafan kembali membahas soal data PMI Manufaktur Global.

BACA JUGA:   IHSG bakal Tes Support di 6400, Pantau Enam Saham Ini

“Hasil tersebut lebih tinggi dibandingkan kinerja PMI Manufaktur negara anggota ASEAN lainnya, dan menunjukkan bahwa aktivitas perekonomian domestik semakin progresif seiring dengan penerapan pelonggaran PPKM menyikapi hasil positif penanggulangan COVID-19 di Tanah Air,” ujar Nafan.

Terkait dengan isu terkini, Head of Investment Information Mirae Asset Sekuritas Roger MM memprediksi harga batu bara masih dapat naik meskipun China mulai menggalakkan intervensi baik di sektor riil maupun di pasar keuangan.

Menurut dia, faktor utama yang masih dapat mendongkrak harga komoditas ’emas hitam’ tersebut adalah faktor musim hujan yang semakin deras dan prediksi BMKG terhadap potensi terjadinya La Nina sejak bulan ini hingga akhir tahun.

“Tingginya curah hujan tersebut dapat mengganggu proses penambahan batu bara terutama dari Indonesia sehingga berpotensi menaikkan harga batu bara dunia.”

FOTO: Rendy MR

Tags: ihsgMirae Asset Sekuritassentimen pasar ihsg
Previous Post

Aneka Produk Unggulan Ber-SNI, Digelar di Pameran IQE

Next Post

DPR Siap Uji Dua Nama Calon Deputi Gubernur BI

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR