TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Hitay Gandeng BPPT Ekplorasi Energi Panas Bumi

Nurdian Akhmad
3 December 2015 | 22:34
rubrik: Business Info, Ekonomi

IMG_20151202_081555-620x330Jakata, businessnews.id-  PT. Hitay Panas Energi/ perusahaan energi asal Turki menggandeng Badan Pengkajian dan Penerapan Teknoligi (BPPT) untuk  mengembangkan pembangkit energi panas bumi  untuk menghasilkan listrik dengan kapasitas 300 Megawatt.

Managing Director PT Hitay Panas Energy, Julfi Hadi, mengatakan wilayah yang menjadi target proyek yang akan berlangsung hingga tahun 2019 mendatang berlokasi di Gunung Kembar, Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh. Selain itu, proyek yang dilakukan tersebut merupakan upaya untuk mempercepat keinginan pemerintah menuju target pembangkit listrik.

“Target (energi listrik) 300 MW. Dari 100-an dulu supaya fase ini sukses. Kami akan coba pengeboran pertama. Desember tahun depan mulainya. Insya Allah lima sampai enam tahun ke depan mulai operasi,” ujar Julfi  disela MoU dengan Kepala BPPT Unggul Priyanto di Jakarta, kemarin.

Menurut Unggul, BPPT berperan melakukan kajian dan meriset mengenai pembangkit panas bumi. Apalagi, potensi energi panas bumi bila dimanfaatkan secara menyeluruh akan menghasilkan sekitar hampir mencapai 29 GW. Sementara Indonesia baru memanfaatkan sekitar 1440 MW. “Energi panas bumi, merupakan energi yang sangat diandalkan di tanah air. Karena sumber energi listrik lainnya, seperti batubara, air dan energi angin, sudah tidak memadai lagi di Indonesia,” jelasnya.

Senada dengan Unggul, Deputi Kepala BPPT Bidang Teknologi Informasi, Energi dan Material (TIEM) Hammam Riza mengatakan, pengembangan lapangan panas bumi memerlukan investasi yang sangat besar dengan resiko kegagalan yang tinggi. Hanya perusahaaan besar dengan permodalan kuat yang mau berinvestasi di bidang energy panas bumi

Di tempat yang sama, HSE & Field Manager PT Hitay Panas Energy, Nurkholis Hariyadi mengatakan kerjasama ini untuk mempercepat pengembangan energi panas bumi di Gunung Kembar, Aceh. “Ahli-ahli di bidang panas bumi tidak terlalu banyak. BPPT mempunyai sumber daya manusia yang kami pandang cukup untuk mengisi kekosongan ini. Karena itu kita jalin sinergi yang baik antara BPPT dan Hitay,” lanjut Nurkholis.

BACA JUGA:   ACER Gandeng Dinas Pendidikan DKI Bangun Literasi Pendidikan

Saat ini di Gunung Kembar sedang diadakan pre-feasibility study yaitu survei geologi, biologi, geofisika dan geokimia yang memerlukan waktu 3-6 bulan. “Setelah itu baru eksplorasi sekitar 3-5 sumur untuk mencari data yang lebih detail lagi. Setelah itu baru dibangun pembangkit tenaga listrik. Keseluruhannya memerlukan waktu sekitar 5 tahun,” kata Nurkholis.

Menurut Nurkholis, untuk membangun pembangkit listrik panas bumi 100 MW memerlukan investasi kurang lebih 400-500 juta USD. Lebih besar daripada minyak dan gas. “Tapi energi panas bumi merupakan renewable energy yang tidak akan pernah habis,” pungkasnya.

 PT Hitay Panas Energy merupakan perusahaan swasta yang mendapat dukungan investasi dari Hitay Energy Holdings, Turki. Saat ini PT Hitay tengah melakukan survei pendahuluan panas bumi di Gunung Kembar, Aceh berdasarkan SK Kepala BKPM No. 1/1/PSPB/PMA/2015 tanggal 11 November 2015. (Red/JU)

 

Previous Post

700 Aduan Ke OJK,Perbankan Terbanyak

Next Post

Pemerintah Gantung Nasib Tujuh Persen Saham Divestasi Newmont

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR