Jakarta-Thebusinessnews. Selama ini dalam setiap penjatahan saham Penawaran Umum Perdana atau Initial Public Offering (IPO)untuk investor ritel sangat minim. Sekuritas Penjamnin efek lebih mengutamakan investor institusi.
Hal itu kareana umumnya investor ritel lebih memilih menjadi investor jangka pendek. “Karenainvestor ritel hanya megang sehari dua hari ketika sudah mendapatkan keuntungan mereka lepas saham IPO tersebut,” ujar Direktur BNI Securities,Daniel Nainggolan di Jakarta, Selasa, 8 Desember 2015.
Padahal emiten mengharapkan yang menjadi investornya datang dari investor jangka panjang. ” Emiten maunya harga saham itu cerminan kondisi fundamental mereka ,sehingga jika di beri penjatahan lebih besar ke investor ritel bisa jatuh nilai sahamnya dalam waktu singkat.” Ujar dia.
Sementara Investor Institusi menurut dia lagi,lebih bersikap sebagai investor jangka panjang .”Hal ini yang membuat penjatahan untuk investor institusi lebih diutamakan.”Ujar dia.
Daniel mengakui tujuan untuk memperbesar kesempatan investor ritel mendapatkan saham IPO baik. “Seperti di Korea Selatan, investor ritel di jatah berapa puluh persen tapi untuk saham saham yang bluechip.” Ujar dia.
Ia berharap OJK dan Bursa Efek Indonesia terus memberi pemahaman kepada investor ritel agar menjadi investor jangka panjang. (Az)