Jakarta-Thebusinessnews. Untuk meningkatkan jumlah investor ritel perlu insentif. Salah satu insentifnya dengan memperbesar penjatahan saham Initial publik offering. Namum rencana itu masih terkendala dengan keraguan penjamin efek.
Direktur Penilian PT Bursa Efek Indonesia,Samsul Hidayat mengaku bahwa rencana itu sudah pernah menjadi pembicaraan namum perusahaan sekuritas selaku penjamin efek belum terlalu yakin dengan kemampuan investor ritel.” Karena kalau jatah investor ritel di perbesar tapi saat penawaran tidak terserap bisa rugi mereka ( penjamin efek ).” Ujar dia di Jakarta, Jumat , 11 Desember 2015.
Ia menambahkan, selama ini penjamin efek umumnya memberi porsi hingga 95 persen kepada investor institusi sedangkan sisa untuk investor ritel.langkah itu diambil untuk memitigasi risiko .
Jika mengacu pada pasar modal Hongkong yang lebih bersabahat dengan investor ritel .dengaan menggunakan sistem proback system, saat permintaan ritel meningkat maka akan diambilkan dari jatah investor institusi .Samsul mengaku sistem tersebut dapat di adopsi kedalam pasar modal lokal namum penjamin efek lokal belum yakin dengan sistem tersebut. ” underwriternya yakin ngak dan investor institusinya butuh kepastian .” Ujar dia (az)