TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

IHSG Berpotensi Menguat

Agus Haryanto
30 August 2022 | 07:48
rubrik: Capital Market
FOTO2 BURSA EFEK

Bursa Efek Indonesia (Rendy MR/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan Selasa (30/08/2022), berpotensi menguat.

Dalam riset harian Samuel Sekuritas Indonesia melalui samuel.co.id, di Jakarta, memperlihatkan judul IHSG Berpotensi Bergerak Menguat.

Bursa AS semalam ditutup melemah, DJIA -0,57%, diikuti S&P500 0,67%, dan Nasdaq 1,02%. Kemungkinan masih dikarenakan kekhawatiran dari kenaikan agresif suku bunga the Fed. Investor juga akan memantau rilis data ekonomi minggu ini, termasuk data ketenagakerjaan AS di hari Jumat (non Farm Payroll dan tingkat pengangguran bulan Agustus). Rilis data yang dijadwalkan hari ini adalah JOLTS job openings bulan Juli (cons: 10,5mn; prev: 10,7mn) dan tingkat keyakinan konsumen bulan Agustus (cons: 97.9; prev: 95.7). Sementara itu, stock futures terpantau sedikit naik.

Dari pasar komoditas, harga Brent naik 3,75% menjadi USD104,7/bbl, nikel agak naik 0,09%, begitu juga CPO naik 0,05% ke RM4.174/ton, dan emas +0,04%. Sementara itu, batu bara agak turun (,.0%) menjadi USD422,8/ton.

Pada akhir perdagangan kemarin, IHSG ditutup turun 0,04% ke level 7.132,1. Top leading movers emiten BBCA, TLKM, GOTO, sementara top lagging movers emiten ARTO, EMTK, BUKA. Investor asing kemarin mencatatkan keseluruhan net buy sebesar Rp 241,3 miliar. Pasar reguler asing mencatatkan net buy Rp 144,1 miliar, dan pada pasar negosiasi tercatat net buy Rp 97,2 miliar. Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan oleh BBCA (Rp 244,3 miliar), ITMG (Rp 48,6 miliar), dan ANTM (Rp 48,1 miliar). Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak oleh BBRI (Rp 50,1 miliar), ADRO (Rp 45 miliar), dan BUMI (Rp 35,6 miliar).

Terdapat penambahan 2.871 kasus baru COVID-19 kemarin dengan positivity rate sebesar 8,0%. Sebanyak +4.702 pasien telahsembuh dengan recovery rate sebesar 96,8%. Secara kumulatif, jumlah total kasus aktif Covid-19 di Indonesia telah mencapai 44.514 kasus.

BACA JUGA:   Ini Keunggulan Reksa Dana Baru Trimegah AM Berbasis Ekuitas

Bursa Asia terpantau dibuka menguat, Nikkei 0,35%, Kospi 0,63%, dan ASX200 0,29%. “Kami perkirakan IHSG akan bergerak menguat mengingat sentimen regional,” demikian tertera.

Previous Post

Pemerintah Diminta Terapkan Harga Dasar di Komoditas Sawit

Next Post

Analisis Saham Hari Ini, dari Samuel Sekuritas

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR