Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan Rabu (15/12/2021) diproyeksikan kembali melanjutkan pengurangan poin.
Dalam laman samuel.co.id, tim riset harian Samuel Sekuritas Indonesia, di Jakarta, mengambil judul IHSG Diperkirakan Melemah Seiring Dengan Sentimen Negatif Global.
Pasar saham AS pada penerbangan ditutup lebih rendah. Indeks Dow Jones turun 0,3%, S&P 500 0,75%, dan Nasdaq 1,14%. Pergerakan indeks dipengaruhi oleh inflasi dan kemungkinan The Fed akan menaikkan suku bunga. Selain itu, rilis data Producer Price Index periode November 2021 yang menunjukkan kenaikan 9,6% yoy (konsensus: 9,2% yoy) dan 0,8% mom (konsensus: 0,5% mom) turut mempengaruhi pergerakan indeks.
Pasar komoditas terpantau bergerak mixed, harga minyak WTI turun 1,35% ke level USD 70,26/bbl, Brent 1,1% ke level USD 73,27/bbl. Harga batubara naik 0,3% ke level USD 164,75/ton, nikel 1,02% ke level USD 19.550 /ton, dan CPO 1,76% ke level MYR 5.128/ton. Harga emas terpantau 0,93% ke level USD 1.771,2/toz.
Kemarin, bursa Asia ditutup lebih rendah. Nikkei ditutup melemah 0,73%, Hang Seng 1,33% dan Shanghai 0,53%. Indeks EIDO 0,35%, sementara IHSG ditutup lebih rendah 0,71% ke level 6.615,6. Investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp 209,9 miliar di pasar reguler, dan net sell sebesar Rp 53 miliar di pasar negosiasi. Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak SMGR (Rp 68,1 miliar), BBRI (Rp 54,2 miliar), dan BUKA (Rp 37,6 miliar). Pembelian bersih asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan oleh BMRI (Rp 66,2 miliar), KLBF (Rp 30,7 miliar), dan TLKM (Rp 26,5 miliar). BMRI, BEBS, dan TLKM menjadi top leading movers, sementara top lagging movers adalah ARTO, SMMA, dan BBHI.
Terjadi penambahan 190 kasus baru COVID-19 kemarin dengan tingkat positif sebesar 0,1% (tingkat pemulihan: 96,5%, kasus aktif: 4,9 ribu).
Pagi ini pasar Asia dibuka merah dengan Kospi dibuka melemah 0,32% dan Nikkei dibuka turun 0,13%. “Kami memperkirakan IHSG akan bergerak melemah pada perdagangan hari ini disebabkan oleh sentimen negatif global dan mengikuti pergerakan regional,” demikian tertulis.
Foto: Rendy MR
