TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Surveyor Indonesia Apresiasi TKDN Industri Hulu Migas

Albarsyah
15 December 2021 | 09:48
rubrik: Ekonomi
Kinerja Positif Kuartal Pertama 2021 Medco Energi
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, TopBusiness – PT Surveyor Indonesia (Persero)/PTSI mengapresiasi keberhasilan nilai TKDN industri hulu migas yang sudah mencapai 58% hingga Oktober 2021. Untuk itu, Surveyor Indonesia berupaya mengimbangi, salah-satunya dengan memperkuat kompetensi para verifikator TKDN.

Kementerian Perindustrian – sebagai penerbit sertifikat TKDN – pun mendukung dengan mengeluarkan kebijakan sertifikasi TKDN gratis bagi kalangan industri.

Kepala Pusat Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN), Nila Kumalasari, mengemukakan bahwa pada 2021 Kementerian Perindustrian mendapat anggaran Rp 112 miliar untuk sertifikasi gratis. “Maka kesempatan ini digunakan dengan baik oleh kalangan industri sehingga di situs kami terjadi lonjakan pengajuan sertifikat TKDN,” ujar Nila pada acara Talk Series Surveyor Indonesia yang diadakan Selasa (14/12/2021).

Dalam acara yang sama, Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) PT Surveyor Indonesia (Persero)/PTSI, Lussy Ariani Seba, mengungkapkan bahwa lonjakan kalangan industri yang melakukan proses sertifikasi membuat pihaknya harus memperkuat kompetensi para verifikatornya.

Dalam acara yang berlangsung kali keempat di Akhlak Lounge SI di Graha Surveyor Indonesia itu, turut hadir Kadiv. Rantai Suplai dan Analisa Biaya SKK Migas Erwin Suryadi, Inspektur Migas Irfan Nirvanda (mewakili Direktur Pembinaan Hulu Migas, Ditjen Migas), Dirut PT Krakatau Pipe Industries Utomo Nugroho dan Chief Commercial Officer PT Bakrie Pipe Industries Iskandar Ihsan Daulay.

Untuk industri hulu migas sendiri, karena industri ini menjadi sosok pertama yang menerapkan sertifikasi TKDN  (Tingkat Komponen Dalam Negeri) dan PTSI menjadi verifikatornya, maka menurut Lussy, “PTSI akan terus menambah jumlah asesor TKDN industri hulu migas.”

Erwin Suryadi menegaskan bahwa TKDN tidak hanya membawa dampak pada industri besar. “Untuk kalangan Industri Kecil dan Menengah (IKM) yang menjadi pendukung atau yang terdampak dari industri hulu migas pun terangkat dengan nilai bisnis sebesar Rp 11 triliun berkat sertifikasi TKDN,” tuturnya.

BACA JUGA:   PUPR Butuh Rp 88 T untuk Bangun Infrastruktur Dasar Ibu Kota Baru

Lussy menambahkan bahwa PTSI melakukan transformasi organisasi dengan membentuk divisi khusus yang mengelola TKDN. “Divisi ini kelak akan melakukan desentralisasi ke unit-unit operasi sehingga PTSI sebagai verifikator dapat mendistribusikan sertifikasi TKDN dengan cepat,” terang Lussy kepada Top Business.

Upaya lain dari PTSI yaitu meningkatkan kualitas organisasi. PTSI membuat mobile learning untuk menambah pemahaman tentang sertifikasi TKDN. “Karena perkembangan teknologi semakin cepat, kami membuat mobile learning tentang sertifikasi TKDN agar 3500 karyawan yang ada di PTSI bisa belajar dan mengakses secara detail seputar TKDN,” tukas Lussy.

Previous Post

Indeks Menguat Terbatas

Next Post

SAMF Datangkan Bahan Baku Pupuk dari Laos

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR