TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Ini Refleksi Ekonomi dari Iluni UI

Achmad Adhito
20 December 2021 | 09:54
rubrik: Ekonomi
FOTO – Diterjang COVID-19, Angka Kemiskinan Diprediksi Meningkat

Pedagang Kecil di Jakarta (Rendy MR/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness—Tim ekonomi Policy Center Ikatan Alumni Universitas Indonesia (Iluni UI) telah merumuskan refleksi ekonomi 2021, serta rekomendasi untuk pemerintah dalam rangka menyongsong 2022.

Rekomendasi bertajuk “Catatan Ekonomi Indonesia 2021” ini mencakup berbagai topik di antaranya makroekonomi, kebijakan moneter, fiskal, human capital, dan transformasi digital. Hal itu disajikan pada akhir pekan kemarin oleh ekonom muda Policy Center Iluni UI yaitu Ma’rifatul Amalia, Muhammad Fadli Hanafi, Irsyan Maududy, Mekhdi Ibrahim Johan, Satrio Mukti Wibowo, dan Diana Laurencia Sidauruk.

Berikut merupakan berbagai analisis serta rekomendasi yang diberikan tim ekonomi Policy Center Iluni UI dalam berbagai aspek:

Pertama, Makroekonomi, Kebijakan Moneter, dan Fiskal. Covid-19 berdampak langsung pada kinerja ekonomi Indonesia (hingga mengalami resesi) sebelum akhirnya tumbuh positif pada Q2-2021 sebesar 7,07% pada Q3-2021 sebesar 3,51%.

Sektor dengan kinerja paling baik pada Q2-2021 mencakup transportasi, sedangkan pada Q3-2021 adalah jasa kesehatan.

Sektor manufaktur merupakan penopang utama perekonomian Indonesia, sehingga jangkauan vaksin harus lebih masif dan cepat agar ekonomi kembali berputar. Dari sisi moneter suku bunga yang dipertahankan pada angka 3,5% diharapkan dapat mendorong permintaan kredit, namun harus dibarengi dengan bangkitnya sisi supply dan demand dalam perekonomian.

Dari sisi fiskal, catatan penting ada pada aspek UMKM yang memiliki serapan anggaran masih paling rendah. Ini jadi pekerjaan rumah untuk pemulihan ekonomi nasional.

Kedua, Human Capital: Perlindungan Sosial, Pendidikan, dan Kesehatan. Dari segi aspek human capital ada dua indikator utama, yakni kemiskinan dan pengangguran. Sepanjang pandemi Covid-19, angka kemiskinan meningkat di bulan Maret 2021 dibanding 2019, hingga ke angka dua digit. Sedangkan, angka pengangguran walau Agustus sudah menurun, belum mencapai kondisi sebelum pandemi.

BACA JUGA:   Sistem Keuangan RI Normal di Q3 2021

Untuk itu, Iluni UI menyarankan pada aspek perlindungan sosial, agar pemerintah mempersiapkan sistem jaring pengaman sosial yang lebih adaptif terhadap krisis. Salah satunya dengan mempercepat sistem registrasi sosial dan jaminan kehilangan pekerjaan.

Dari aspek pendidikan, perlu upaya memperkecil gap dan learning loss, terutama di pendidikan dasar. Pada aspek kesehatan, perlu mewaspadai varian Covid lainnya (seperti omnikron) dengan mempercepat proses booster. Serta menyiapkan sarpras dan faskes yang lebih memadai pada kondisi krisis.

Ketiga, Transformasi Digital. Iluni UI mendorong pemerintah untuk melakukan transformasi digital pada dana bantuan sosial dan pemerintah. Reformasi birokrasi dan transformasi digital merupakan salah satu cara utama dalam mengurangi korupsi dan mewujudkan good governance.

Aplikasi Srikandi (Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi) sebagai aplikasi umum bidang kearsipan dinamis dan aplikasi SP4N-LAPOR perlu terus disempurnakan. Khususnya melalui Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional (SP4N) LAPOR agar tercipta layanan pengaduan pelayanan publik yang berkualitas dan terpadu.

Masyarakat juga diharapkan bisa berpartisipasi aktif melakukan pengawasan dalam upaya mencegah korupsi di sektor pengadaan barang dan jasa, di antaranya dengan menggunakan tools bernama Opentender yang dikembangkan oleh ICW.

Opentender dapat membantu warga memantau potensi kecurangan dalam pengadaan barang/jasa pemerintah dengan cara melihat rincian kegiatan tender, tren kuantitas dan nilai PBJ per bulan, kompetisi, efisiensi lembaga, integritas, nilai manfaat uang, dan sebagainya.

Ketua Policy Center Iluni UI M. Jibriel Avessina menjelaskan, kertas kerja ini menjadi respons atas apa yang terjadi pada masyarakat. Kertas Kerja “Catatan Ekonomi Indonesia di 2021” sendiri merupakan kertas kerja keenam yang telah dirilis Policy Center Iluni UI.

“Tagline Iluni UI saat ini gerakan kohesi kebangsaan. Kontribusinya dari berbagai macam bidang, salah satunya dari aspek ekonomi. Kita dituntut untuk memberi refleksi dan masukan-masukan terkait isu dan situasi perkembangan ekonomi terkini,” jelasnya.

Tags: ekonomi 2021ekonomi 2022iluni ui
Previous Post

IHSG Ikuti Wall Street

Next Post

Pusat Perbelanjaan Metland Hadirkan Tenant-tenant Baru

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR