Jakarta, TopBusiness – Dalam acara yang sama, SKK Migas dan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM juga memberikan apresiasi dalam bentuk penghargaan kepada 29 pabrikan dalam negeri dan Tim Penilaian Bersama dari KKKS yang terlibat dalam Program Penilaian dan Pembinaan Bersama Penyedia Barang/Jasa Dalam Negeri Penunjang Kegiatan Usaha Hulu Migas Tahap-1 Tahun 2021.
“SKK Migas berharap dengan telah dilaksanakannya salah satu program utama ini menjadi awal dari kerjasama sinergi yang harmonis antar pemangku kepentingan menuju terciptanya operasi hulu migas yang andal, aman dan efisien guna tercapainya target produksi dengan tetap memaksimalkan penggunaan barang dan peralatan pendukung operasi yang sudah diproduksi di dalam negeri,” kata Erwin saat memberikan sambutannya
Hal tersebut sejalan dengan arahan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi yang disampaikan oleh Direktur Pembinaan Program Migas, Dwi Anggoro Ismukurnianto, bahwa pemerintah terus mendorong KKKS untuk meningkatkan produksi migas nasional dan juga mendorong peran aktif penyedia barang/jasa dalam negeri untuk menghasilkan barang/jasa yang berkualitas, tepat waktu dan efisien guna mendukung tercapainya target produksi migas nasional pada tahun 2030.
Program Penilaian dan Pembinaan Bersama Penyedia Barang/Jasa Dalam Negeri Penunjang Kegiatan Usaha Hulu Migas Tahap-1 Tahun 2021 ditujukan terhadap pabrikan yang tergabung dalam 8 komoditas yaitu Chemical, Electrical, Instrumentation, Mechanical, Tubular-Valve-Fitting, Rotating, Structure, dan Drilling Subsurface.
“Dengan telah dilakukan Program Penilaian dan Pembinaan Bersama Tahap-1 ini, diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan dan kerja sama diantara seluruh pelaku kegiatan usaha hulu migas serta memberikan dampak terhadap peningkatan dari kemampuan penyedia barang/jasa dalam negeri penunjang hulu migas berdasarkan analisa gap dan rekomendasi pengembangan yang diberikan agar dapat memenuhi kualifikasi kebutuhan operasi dan proyek hulu migas di Indonesia,” pungkas Dwi.
