Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan Jumat (24/12/2021) akhir pekan ini diproyeksikan terkerek.
Dalam laman samuel.co.id, tim riset harian Samuel Sekuritas Indonesia, di Jakarta, mengambil judul Sentimen Global dan Regional, IHSG Diperkirakan Menguat.
Semalam, bursa AS kembali ditutup menguat dan mencapai level tertinggi sepanjang masa. S&P500 +0,6%, Nasdaq 0,8%, dan DJIA 0,5%, di tengah penyebaran varian Omicron.
Pasar terpantau bergerak semakin menguat. Emas naik 0,4% menjadi USD 1.809/toz, CPO 0,7% ke level RM 4.693/ton, harga minyak 1,4% ke level USD 73,8/bbl, sedangkan batu bara turun 0,1% ke level USD 169/ton.
Bursa Asia kemarin ditutup menguat. Hang Seng +0,4%, Kospi 0,4%, Nikkei 0,8%, dan Shanghai 0,6%. EIDO ditutup melemah 0,3% ke level 22,9. Di perdagangan kemarin, IHSG ditutup menguat 0,5% ke level 6.555.
Pasar reguler mencatatkan net buy sebesar Rp 132,2 miliar, dan pada pasar negosiasi tercatat net sell Rp 182,3 miliar. Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak BBCA (Rp 76,6 miliar), ASII (Rp 30,8 miliar), dan MDKA (Rp 29,4 miliar). Pembelian bersih asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan ARTO (Rp 308,9 miliar), EMTK (Rp 42,1 miliar), dan BBRI (Rp 27 miliar).
Adapun top sector gainer hari ini adalah sektor IDXINDUS, sementara yang menjadi top sector loser hari ini adalah sektor IDXTECH. Top leading mover emiten ARTO, BBRI, TLKM, sementara top lagging mover emiten BBCA, DCII, BBHI.
Terjadi penambahan 136 kasus baru COVID-19 kemarin dengan tingkat positif sebesar 0,1% (tingkat pemulihan: 96,5%, kasus aktif: 4.642).
Pagi ini pasar regional menguat, Nikkei 0,20% dan Kospi 0,56%. “Dengan sentimen bursa global dan regional, hari ini IHSG kami perkirakan akan bergerak menguat,” demikian tertulis.
Foto: Rendy MR
