Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan Senin (27/12/2021) awal pekan ini diproyeksikan bergerak sideways.
Dalam laman samuel.co.id, tim riset harian Samuel Sekuritas Indonesia, di Jakarta, mengambil judul Sentimen Global dan Regional, IHSG Diperkirakan Sideways.
Pada penutupan Jumat pekan lalu (24/12), pasar AS tutup akibat libur natal. Beberapa kata yang diperhatikan investor AS pada pekan ini adalah adanya rilis data persediaan minyak mentah pada hari Rabu, rilis data klaim pengangguran mingguan dan Chicago PMI pada hari Kamis.
Pasar komoditas terpantau bergerak beragam pada Jumat lalu; minyak WTI menguat 1,32% ke level USD 73,72/bbl, Brent melemah 0,1% ke level USD 76,52/bbl. Harga batubara melemah 0,3% ke level USD 168,9/ton, sedangkan nikel dan CPO closed. Harga emas terpantau meningkat 0,2% di level USD 1.812/toz).
Bursa Asia tutup Jumat lalu. Sementara IHSG ditutup menguat 0,11% ke level 6.562, dengan net buy sebesar Rp 205,6 miliar. Pasar reguler mencatatkan net sell sebesar Rp 71,9 miliar, dan pada pasar negosiasi tercatat net buy Rp 277,5 miliar. Angka net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatat BMRI (Rp 60,1 miliar), MDKA (Rp 24,6 miliar), dan EMTK (Rp 24,4 miliar). Sementara itu, angka net sell asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan oleh TLKM (Rp 60,2 miliar), ASII (Rp 42,9 miliar), dan BBRI (Rp 17,4 miliar). Top leading movers adalah GEMS, UNVR, dan MSIN, sedangkan ARTO, TLKM, dan BBRI menjadi top lagging movers.
Terjadi penambahan 255 kasus baru COVID-19 pada hari Minggu (26/11) dengan tingkat positif sebesar 0,1% (tingkat pemulihan: 96,5%, kasus aktif: 4.713).
Pagi ini Kospi dibuka melemah 0,05% dan Nikkei 0,35%. “Kami memperkirakan IHSG cenderung sideways hari ini, seiring dengan sentimen pergerakan bursa komoditas dan bursa regional,” demikian tertulis.
Foto: Rendy MR
