TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Hutama Karya Rampungkan Bendungan Pertama di Sulawesi Tenggara

Albarsyah
28 December 2021 | 16:06
rubrik: BUMN
Hutama Karya Rampungkan Bendungan Pertama di Sulawesi Tenggara

Jakarta, TopBusiness – Setelah melalui proses pembangunan dengan berbagai tantangan, terutama pandemi Covid-19, PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) berhasil  merampungkan proyek pembangunan Bendungan Ladongi yang terletak di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara.

Berkolaborasi dengan PT Bumi Karsa (Bumi Karya), Bendungan pertama di Sulawesi Tenggara ini diresmikan langsung oleh Presiden RI Joko Widodo,  Selasa (28/12).

Turut hadir mendampingi Jokowi dalam peresmian ini, Menteri Sekretaris Kabinet Pramono  Anung, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Investasi Bahlil Lahadalia, Gubernur Sulawesi Tenggara Ali Mazi, Direktur Utama Hutama Karya Budi Harto dan Direktur Operasi  I Hutama Karya Novias Nurendra.

Proyek Pembangunan Bendungan Ladongi yang dikerjakan dalam dua paket yakni paket I pada tahun 2016-2020 dan paket II mulai tahun 2019-2021, kini  siap untuk menyuplai air irigasi seluas 3.604 hektar lahan pertanian di 4 kabupaten wilayah  sekitar Kolaka Timur.

Sebelum meresmikan Bendungan Ladongi, Presiden beserta rombongan terlebih dahulu mendayung perahu naga diiringi dengan para altet dayung nasional yang juga menumpangi perahu naga, serta perahu lainnya seperti perahu rowing, kayak dan kano, menyisir area bendungan sekitar 15 menit.

Jokowi menyampaikan bahwa selain untuk irigasi, kehadiran  bendungan ini membawa banyak manfaat. “Bendungan Ladongi memiliki kapasitas daya  tampung sebesar 45,9 juta meter kubik air. Adapun harapannya, fungsi dari Bendungan Ladongi bukan hanya untuk kebutuhan pengairan sawah saja, tetapi juga bendungan ini akan  dimanfaatkan untuk pembinaan atlet dayung dan menjadi objek wisata baru utamanya wisata  air,” kata Presiden Joko Widodo dalam keterangan resmi.

Sehari sebelum diresmikan yakni pada Senin (27/12), Menteri PUPR Basuki Hadimuljono  meninjau langsung proyek Bendungan Ladongi yang telah siap digunakan, sekaligus menandatangani tujuh prasasti selesainya pembangunan infrastruktur strategis di  Sulawesi Tenggara, termasuk salah satunya yakni Bendungan Ladongi.

BACA JUGA:   Sistem TI Beri Banyak Manfaat ke RS Pelni

Basuki mengatakan  bahwa penandatanganan ini merupakan bentuk pertanggungjawaban kepada publik atas  infrastruktur yang sudah selesai dibangun. “Ketujuh infrastruktur tersebut dibangun sebagai  sarana dasar untuk meningkatkan kualitas permukiman, ketahanan pangan, pengendalian banjir, dan peningkatan konektivitas wilayah. Terima kasih kepada semua pihak yang telah  berkontribusi dalam menyelesaikan pembangunan proyek-proyek strategis di Sultra ini,” ujar  Basuki.

Sementara itu Direktur Utama Hutama Karya, Budi Harto, menyampaikan bahwa Bendungan Ladongi merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dikerjakan dengan masa pelaksanaan selama 5 tahun secara multi years dan didanai oleh APBN.

“Kami telah  memulai pembangunan Bendungan Ladongi ini sejak tahun 2016 sampai dengan tahun 2020 lalu untuk pembangunan tahap I. Meski dalam pembangunan lanjutan yang dimulai pada tahun  2019 sampai dengan 2021 ini dihadapkan dengan pandemi Covid-19, namun atas komitmen dan tetap menerapkan protokol kesehatan di lingkungan proyek, pembangunan Bendungan  Ladongi ini dapat rampung sesuai target,’’ ujar Budi Harto.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa  proyek ini menelan dana hingga Rp 1,14 triliun. Berkat kinerja baik perusahaan, setelah  pembangunan Bendungan Ladongi ini, Hutama Karya kembali dipercaya untuk melanjutkan pembangunan bendungan yang terletak di Konawe, Sulawesi Tenggara yakni Bendungan  Ameroro dimana baru dimulai konstruksinya pada 2021 ini. 

Dengan adanya Bendungan Ladongi di Provinsi Sulawesi Tenggara diharapkan akan  memberikan banyak manfaat bagi masyarakat sekitar yaitu sebagai penyediaan air baku sebesar  120 liter/detik, menyalurkan air saat musim kemarau bagi 37.926 jiwa penduduk guna  mencegah terjadinya kekeringan pada areal persawahan sehingga dapat meningkatakan hasil  produksi pertanian di daerah tersebut. 

Selain itu, bendungan ini juga telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekitar sejak proyek  dibangun. “Kami dari masyarakat sekitar Bendungan Ladongi ini merasa bersyukur dengan  adanya proyek ini mudah-mudahan airnya nanti bisa mencukupi semua sawah disini,” ujar  Gusti selaku Petani lokal. Sementara itu seorang Pemilik Toko Kelontong bernama Meta  mengaku perekonomiannya terbantu sejak kehadiran Proyek Bendungan Ladongi. “Kami  merasakan langsung manfaat proyek ini, dimana setelah ada proyek, Toko Kelontong saya  semakin ramai oleh para pekerja yang berbelanja,” ujarnya.

BACA JUGA:   Pertamina Drilling dan NPS Energy Indonesia Teken MoU untuk Kembangkan Teknologi ERRA

Hutama Karya berkomitmen untuk terus memberikan deliverable yang baik untuk menjaga  kepercayaan owner dan stakeholder atas proyek-proyek yang telah dikerjakan. Hutama karya  juga menerapkan sistem Lean Construction yaitu sebuah metode dalam mendesain sistem  proyek konstruksi yang dapat mengidentifikasi adanya waste (pemborosan) sehingga segala sesuatu yang tidak menambah nilai (value), dapat diminimalisir atau bahkan dihilangkan. 

“Hadirnya Bendungan Ladongi diharapkan akan meningkatkan produktivitas pertanian, fungsi  irigasi, dan fungsi pengendalian banjir, tidak hanya itu Bendungan Ladongi juga memiliki  manfaat sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro (PLTM) dengan daya 1,3 MW dan  juga potensial untuk dimanfaatkan sebagai destinasi pariwisata sehingga dapat meningkatkan  kesejahteraan masyarakat setempat yang menarik untuk dikunjungi,’’ tutup Budi Harto.

Previous Post

Top, Pengaduan Sektor Jasa Keuangan di BPKN-RI Gaet Penghargaan Rekor dari MURI

Next Post

2022, PT PEI Targetkan Outstanding Harian Pendanaan Transaksi Marjin Capai Rp250 Miliar

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR