Jakarta, TopBusiness – Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia menilai, pesatnya penetrasi digitalisasi di Indonesia belum memberi dampak signifikan pada peningkatan pendapatan per kapita masyarakat. Padahal, internet memiliki potensi yang sangat besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.
“Peningkatan penetrasi internet yang lumayan signifikan belum berdampak cukup besar terhadap peningkatan PDB per kapita,” kata ekonom senior CORE Indonesia Hendri Saparinidalam keterangannya, Jumat (31/12/2021).
Dia mengutip data Bank Dunia di mana pendapatan per kapita Indonesia pada tahun 2020 mengalami penurunan, yaitu semula US$ 4.050 pada tahun 2019, menjadi US$ 3.879 pada tahun 2020.
“Perlu ada dorongan kebijakan yang mengubah pola penggunaan internet, terlebih Indonesia merupakan pengguna e-commerce tertinggi di dunia,” ucap Hendri.
Masyarakat Indonesia menggunakan 12,66 persen dari gajinya untuk berbelanja secara daring. Dengan presentase ini, Indonesia menduduki peringkat ketiga setelah China dan Meksiko.
CORE juga menyoroti transaksi e-commerce Indonesia masih didominasi oleh produk impor. “Ini terjadi karena Indonesia belum siap dari sisi produksi. Distribusi produk-produk yang ada di e-commerce belum mengoptimalkan potensi produksi dalam negeri,” tuturnya.
