Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG hingga sesi penutupan perdagangan Selasa (4/01/2022) diperkirakan menguat.
Dalam daily research report dari Samuel Research Team melalui situs samuel.co.id, di Jakarta, memperlihatkan tema Sentimen Global dan Regional, IHSG Diperkirakan Menguat.
Pada hari pertama perdagangan, bursa AS ditutup menguat. DJIA +0,7%, S&P 500 0,6%, dan Nasdaq 1.l,2%. Beberapa rilis data yang diperhatikan investor pada pekan ini adalah data purchasing PMI, risalah rapat FOMC, trade balance, dan unemployment rate.
Mayoritas pasar komoditas terpantau bergerak menguat. Harga minyak menguat 1,1% ke level USD 76,0/bbl, batubara 3,8% ke level USD 157,5/ton, sedangkan emas terpantau melemah 1 45% di level USD 1.802/toz.
Bursa Asia ditutup mixed pada perdagangan kemarin. Hang Seng -0,52%, dan STI menguat 0,34%, sedangkan Kospi dan Shanghai closed. Indeks EIDO ditutup menguat 1,0% dan IHSG 1,28% pada perdagangan kemarin ke level 6.665, dengan net buy sebesar Rp 346,2 miliar.
Pasar reguler asing mencatatkan net buy sebesar Rp 449 miliar, dan pada pasar negosiasi tercatat net sell Rp 102,8 miliar. Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan oleh ARTO (Rp 166.4 miliar), TLKM (Rp 93 miliar), dan EMTK (Rp 91,7 miliar). Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak ITMG (Rp 45,3 miliar), BBYB (Rp 38,6 miliar), dan CARE (Rp 21,5 miliar). Top leading movers emiten ARTO, TLKM, BBRI, sementara top lagging movers emiten MASA, BEBS, BYAN.
Terjadi penambahan 265 kasus baru COVID-19 kemarin dengan positive rate sebesar 0,1% (recovery rate: 96,5%, kasus aktif: 4,530).
Pagi ini Kospi dibuka bergerak sideways +0,05% dan Nikkei menguat +0,7% . “Kami memperkirakan IHSG akan melanjutkan penguatan hari ini, seiring dengan sentimen pergerakan bursa global dan regional,” demikian tertulis.
Foto: Rendy MR
