Jakarta, TopBusiness – Saat ini sudah ada investor asing dan dalam negeri sangat serius untuk berinvestasi di 3 ruas tol JTTS. Ketiga ruas tersebut Medan-Binjai, Terbanggi Besar kayu agung dan Palembang- Indralaya.
Serta juga ada pula keseriusan investor yang masuk melalui jalur Indonesia Investman Authority (INA) akan tetapi investor yang berminat melalui jalur INA ini dengan minatnya pada 5 ruas tol JTTS yang sudah beroperasi yaitu : Medan-Binjai, Pekan Baru-Dumai, Palembang-Indralaya, Terbanggi Besar-Kayu Agung, Bakauheni-Terbanggi Besar.
Ditegaskan Wakil Direktur PT Hutama Karya (Persero), Aloysius Kiik Ro, kepada mass media melalui jaringan zoom pada saat kunjungan media visit di Rest Area 234 ruas terbanggi besar-pematang panggang-Kayu agung.
Aloysius menjelaskan, HK sebagai perusahaan negara yang mendapatkan amanat khusus dalam membangun Jalan Tol Trans Sumatera dari Pemerintahan RI sepanjang 2.813 km dengan total investasi keseluruhannya sebesar Rp 555.380 triliun, dimana keseluruhan tol JTTS ini akan menghubungkan pulau Jawa dan Sumatera mulai dari Bakauheni hingga Aceh. “Dan hingga saat ini progess JTTS ini telah beroperasi sebanyak 5 ruas seperti: Bakauheni- Trebanggi besar, Terbanggi besar-Kayu agung, Palembang-Indralaya, Medan-Binjai, Pekanbaru-Dumai”, tegas Aloysius.
Saat ini tol JTTS yang sudah terbangun dan sudah beroperasi sepanjang 531 km. Sementara itu untuk menyelselaikan pembanghunan tol JTTS sepanjang 2.813 km ini memerlukan investasi sebasar Rp 555.380 triliun. Dimana sebagain besar pembiayaan pembangunan tol JTTS ini melalui pembiyaan APBN dan juga dengan pembiyaan diluar APBN. Dimana beban hungga pinjaman yang harus menjadi beban perusahaan infrastruktur HK ini cukup besar pula, Rp 2,4 triliun setiap tahunnya.
Dalam rangka mempercepat penyesaian pembangunan Tol JTTS ini maka diperlukan pembiyaan diluar APBN. Tentunya dengan mengacu kepada Peraturan Presiden, PERPRES 35/38 tahun 2018 yang mengatur tentang pembiyaan pembangunan infrastruktur dengan pola kerjasama dengan badan swasta.
Tentunya dengan pola Asset Recykling yang didukung dengan PERPRES 35 dan 38 ini pembiyaan infrastruktur akan dapat dibiayai diluar angaran negara, APBN yang sangatlah terbatas pula.
Kerjasama pemanfatan asset, daur ulang aset (ARI) yang memanfaatkan dana Indonesia Investmen Authority (INA) dengan sangat besar sekali tegas Aloysius.
Terang Aloysius Dan juga yang sangat mengembirakan bagi HK sebagai opretor tol JTTS ini, sudah ada pihak swasta local dan asing untuk turut berinvestasi di 3 ruas tol JTTS dimana yang kami tawarkan kepada para investor sebanyak 5 ruas tol JTTS yang telah beroprasi. Dimana keseriusan para investor tersebut sangatlah tertarik pada jalur tol disekitaran Lampung, investor asing tersebut akan masuk pada Kawasan industry yang berdekatan dengan Lampung. Investor asing tersebut yang bergerak pada industry susu dan juga pembangkit listrik energi baru terbarukan (EBTKE).
Aloysius menjelaskan bahwa untuk pematangan keseriusan investor tersebut sedang terus berjalan dengan dua arah. Diharapkan pada Juli 2022 sudah deal dan close investasi tersebut. Tentunya kelayakan projek, cek seluruh projek.
“Kami berharap dengan masuknya investasi pada tol JTTS ini akan mempercepat pembangunan dan pembiyaan JTTS akan mempercepat tersambungnya tol Sumatera ini dari Bakauheni sampai Aceh. Tentunya dengan masuknya investasi ke dalam pengelolaan tol JTTS akan memperkuat keuangan PT Hutama Karya (Persero) sebagai kontraktor dan operator tol JTTS dan juga tidak memberatkan angararan pembiyaan negara (APBN)”, jelas Aloysius kepada TopBusiness.id.
