Jakarta, TopBusiness—Bank BRI merencanakan membeli kembali (buy back) sebagian saham mereka yang beredar pada Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. Nilai maksimal pembelian tersebut pada Rp3 triliun.
Dalam keterbukaan informasi untuk otoritas bursa saham tersebut, hari ini, Corporate Secretary Bank BRI Aestika Oryza Gunarto menjelaskan bahwa pembelian tersebut akan berlangsung melalui bursa saham, atau pun secara langsung.
Pembelian itu direncanakan berlangsung paling lambat 18 bulan sejak RUPST (rapat umum pemegang saham terbatas) yang direncanakan berlangsung 1 Maret 2022.
Ia menjelaskan bahwa pembelian itu akan berlangsung pasca-adanya persetujuan dari OJK (Otoritas Jasa Keuangan). “Dan akan berlangsung dengan memerhatikan kondisi likuiditas dan permodalan, serta ketentuan yang berlaku.”
Adapun sumber dana pembelian tersebut berasal dari kas internal Bank BRI. Biaya maksimal Rp3 triliun tersebut belum termasuk sejumlah biaya yang diperkirakan sebesar 0,33% dari biaya tersebut.
Dari aksi korporasi tersebut, aset dan ekuitas Bank BRI diperkirakan menurun maksimal sebesar biaya-biaya tersebut. “Namun, tidak akan berpengaruh signifikan kepada pendapatan atau pun biaya operasional, secara signifikan.”
