TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Berikut, Prediksi Harga Minyak dari Analis ICDX

Achmad Adhito
25 January 2022 | 09:59
rubrik: Ekonomi
FOTO – Konsumsi BBM Turun

Foto: Rendy/TopBusiness

Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, TopBusiness—Mengawali pekan pagi ini, harga minyak terpantau bergerak bullish didukung oleh tanda-tanda memanasnya tensi di Eropa Timur dan Timur Tengah yang berpotensi mengganggu sisi pasokan. “Selain itu, indikasi kesulitan OPEC+ dalam memenuhi target produksinya juga turut mendukung pergerakan harga lebih lanjut,” kata analis dari ICDX, Girta Yoga, dalam riset mingguan yang diterima wartawan Majalah TopBusiness (24/1).

Memanasnya ketegangan geopolitik antara Rusia dengan Ukraina membuat pemerintah AS pada hari Minggu memerintahkan duta besar beserta keluarga staf untuk segera meninggalkan Ukraina. Langkah AS tersebut menunjukkan sinyal keadaan darurat sewaktu-waktu di Ukraina, terlebih Rusia dilaporkan telah mengumpulkan pasukan dekat perbatasan Ukraina, yang sekaligus memicu kekhawatiran akan terjadinya gangguan pasokan di Eropa Timur.

Selain Eropa Timur, ketegangan geopolitik juga terlihat di Timur Tengah, di mana Uni Emirat Arab (UEA) secara resmi melarang operasi penerbangan bagi sebagian besar drone pribadi dan pesawat olahraga pribadi selama sebulan yang berlaku mulai hari Sabtu, kutip Kementerian Dalam Negeri UEA.

Keputusan tersebut dibuat menyusul serangan melalui drone yang dilakukan oleh milisi Houthi Yaman pada pekan lalu.

Masih dari Timur Tengah, kepatuhan produksi negara produsen minyak OPEC beserta sekutunya dilaporkan naik menjadi sekitar 122% pada bulan Desember, ungkap dua sumber pada hari Sabtu. Data tersebut mengindikasikan bahwa beberapa negara anggota OPEC+ seperti Nigeria dan Angola masih terus berjuang untuk meningkatkan produksinya.

“Berita itu yang sekaligus menguatkan pernyataan yang dilontarkan sebelumnya dari International Energy Agency (IEA) bahwa produksi yang dicapai OPEC+ pada bulan Desember lebih rendah 790.000 bph dari kuota yang disepakati,” kata Girta.

Ditambahkannya, “Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran resistance di IDR1.240.000 sampai IDR1.260.000 per barel serta kisaran support di IDR1.200.000 hingga IDR1.180.000 per barel,” kata dia.

BACA JUGA:   1.598 Pelaku Usaha Impor Telah Diperiksa, Ini Hasilnya
Tags: harga minyak duniariset icdx
Previous Post

Task Force Energy, Sustainability & Climate B20 Gerak Cepat Untuk Sukseskan G20

Next Post

Pertamina Realisasikan Keberlanjutan Energi dan Dekarbonisasi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR