Jakarta, TopBusiness – Sebagai perusahaan dan produsen berbagai pupuk berbasiskan kepada bahan gas seperti Urea 1.140.000 ton per tahun, Ammoniak 660.000, NPK 200.000, CO2 Cair 50.000, serta pula memproduksi pupuk organik dengan kebutuhan serta produksi yang sesuai dengan permintaan pasar.
Keberadaan PT Pupuk Kujang(Persero) (PK) di Karawang-Jawa Barat ini, tentunya sangat memberikan manfaat besar bagi lingkungan, dalam rangka memberikan berbagai perubahan. Seperti di Kabupaten Subang, PK telah memberikan kebermanfaatan besar bagi petani nanas subang, dimana program pemberdayaan masayarakat yang dijalankan perusahaan pupuk ini memenag telah terprogram dengan sangat matang sekali. Ini merupakan sebuah kinerja bagian Tangung Jawab Sosial Lingkungan (TJLS) yang terprogram, terencana, terukur dan mencapai sasaran dalam meningkatkan kualitas masyarakat.
Perkebunan nanas “Si Madu” Kabupaten Subang menjadi pekebun yang mandiri, berkemampuan tinggi dalam mengelola tanam dan meningkatkan hasil panen budi daya nanas Si Madu, meningkatkan tingkat kemanisan.
Nanas Si Madu Subang semakin terkenal sentaro Nusantara bahkan menjadi produk unggulan ekspor ke manca negara.
Sasaran dan misi TJLS yang dibangun perusahaan pupuk ini akan meningkatkan pembangunan Suistanable Development Goals (SDGs) serta membangun Bersama masyarakat dengan pola meningkatkan nilai-nilai dan peningkatan kualitas masyarakat dengan Creating Shared Value (CSV).
Tentu perusahaan pupuk ini dalam membangun perkebunan nanas Si Madu Subang telah meningkatkan hasil panen, peningkatan kualitas mutu produk dengan kemanisan, meningkatkan kualitas dan mutu produk yang bias dapat diterima pasar eksport. Serta pula meningkatkan inovasi para petani dengan pola tanam baik.
Setelah masyarakat Subang mendapatkan pendampingan dari perusahaan pupuk BUMN ini tetunya hasil yang sudah dirasakan masyarakat saat ini yaitu: peningkatan hasil buah dengan bobot rata 4 kg per buah, lantas tingkat kemanisan di atas 15 brix, serta juga nanas Si Madu Subang ini harga rata-rata Rp 4.000 per kg.
Peningkatan percepatan panen ini juga sangat dirasakan meningkat bagi para pekebun nanas yang tergabung dalam koprerasi Singgalang Sari Maju dengan anggota 20 kelompok tani. Pendapatan yang sudah meningkat tersebut dirasakan sekali bagi petani yang tergabung dalam koperasi tersebut, dengan hasil Rp 72.000.00 per hektar dan juga hasil oset produk olahan sebesar Rp 30 juta per sekali panen.
Keberhasilanya tidak hanya disitu saja, para petani nanas ini pun diajarkan memproduksi pupuk organik dengan berbahan baku sampah nanas serta nanas tidak layak produksi akan diolah menjadi pupuk organik.
Serta pula di kelompok perkebunan Nas Si Madu ini telah lahir Super Hero-Lokal Hero, Efrizal Ali, ini meruipakan sebuah kinerja apik anatar perusahaan dengan masyarakat.
Tentunya atas peneliatian dan survey SODEC dari Universitas Gajah Mada dapat disimpulkan tingkat keberhasilan perusahaan pupuk ini dalam memberdayakan masyarakat perkebunan nanas SI Madu Subang ini, Nilai SROI 6,094, Nilai investasi perusahaan Rp 299 juta, Nilai perubahan Rp 1,82 Mmiliar.
Serta kinerja perusahaanpupuk ini telah 9 kali menyaber PROPER HIJAU dari 2012-2021. Dan juga kinerja peerusahaan ini juga menunjukan citra sangat baik dengan Good Corporate Governance (GCG) dengan skor 91,68 dengan capaian Sanagat Baik, serta Kriteria penilaian kinerja Unggul dengan skor 578, dan juga Key Performance Indicators dengan Skor 102,93% dengan kualitas Sukses.
Ditegaskan Vice President TJLS PT Pupuk Kujang (Persero), Agung Kusdiawan kepada Dewan Juri TOP CSR Awards 2022 antara Jakarta dan Karawang.
“Kita memberikan nilai tambah yang bermanfaat bagi seluruh masyakarat. Dimana suksesi kemitraan dengan masayarakat petani nanas Si Madu Subang ini akan menjadi daya dukung perusahaan untuk terus hadir dalam meningkatkan kualiatas hidup masayarakat agar SDGs tersbut dapat tercapai”, tegas Agung Kusdiawan.
Dan di Jawa Barat lanjut dia, kami memiliki beberapa program unggulan, seperti: Kujang Citarum Harum, Petani Insan Sejahtera, Kampung Paprika Kujang, Putri Eceng Walahar, Bank sampah Latanza, Program Kegiatan Belajar Mengajar -TSMD, Kujang Wanita Tangguh,Kampung Nanasku, Si Madu Subang.
Foto: Istimewa
