TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

IHSG Berpotensi Melemah

Agus Haryanto
17 February 2022 | 05:37
rubrik: Capital Market
FOTO – Penutupan Perdagangan Efek 2019

Bursa Efek Indonesia (Rendy MR/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness – Dalam daily research report dari samuel research team memperlihatkan berjudul IHSG Diperkirakan Bergerak Melemah. 

Bursa AS ditutup cenderung melemah pada Rabu (16/2). DJIA -0,2%, Nasdaq 0,1%, dan S&P500 flat +0,08%. 

The Fed baru saja merilis risalah pertemuan FOMC yang mengindikasikan bahwa The Fed akan segera menaikkan suku bunga (diperkirakan pada Maret mendatang) dan mengurangi asetnya. Investor cukup menyambut baik risalah tersebut, karena risalah tersebut tidak memberikan indikasi apapun bahwa The Fed akan memberlakukan kebijakan suku bunga yang lebih agresif dari yang sudah diperkirakan sebelumnya. 

Selain risalah pertemuan The Fed, data penjualan ritel AS periode Januari 2022 juga dirilis kemarin, yang menunjukkan kenaikan 3,8%, lebih baik dari data Desember (-2,5%) maupun ekspektasi konsensus (+2%). 

Pasar komoditas terpantau bergerak cenderung menguat pada Rabu (16/2). Nikel naik 0,4% menjadi USD 23.967/ton, minyak naik 1,7% ke level USD 93,7/bbl, harga emas 0,8% menjadi USD 1.872/ toz, sedangkan batubara turun 1,5% ke level USD 236/ton dan CPO turun 0,9% ke level RM 5.608/ton.

Bursa Asia ditutup menguat pada Rabu, Shanghai 0,6%, Hang Seng 1,5%, Kospi 2,0%, dan Nikkei 2,2%. 

EIDO ditutup flat +0,00% ke level 24,3, IHSG ditutup menguat 0,6% ke level 6.850, dengan net buy asing di pasar reguler sebesar Rp 957,5 miliar dan di pasar negosiasi sebesar Rp 9,9 miliar. Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan oleh BBCA (Rp 220,3 miliar), BBNI (Rp 159,9 miliar), dan TLKM (Rp 90,6 miliar). Sementara itu, net sell asing tertinggi dicatatkan oleh ADRO (Rp 29,7 miliar), ERAA (Rp 22,9 miliar), dan BCAP (Rp 18,8 miliar). Top leading movers adalah BBCA, MSIN, ARTO dan top lagging movers adalah BEBS, BMRI, DCII.

BACA JUGA:   Osman Sapta Minta Produsen Lokal Tentukan Harga Kopi Dunia

Terjadi penambahan 64.718 kasus baru COVID-19 di Indonesia pada Rabu (16/2) dengan positive rate sebesar 18,6% (recovery rate: 88,1%, kasus aktif: 445.190).

Pagi ini pasar regional dibuka bervariasi, Nikkei -0.4% dan Kospi +0.2%. “Dengan mempertimbangkan sentimen bursa global dan regional, hari ini IHSG kami perkirakan akan bergerak melemah,” demikian tertulis.

Foto: Rendy MR

Previous Post

Indeks Terlihat Bertambah

Next Post

Investor Jepang Akuisisi 25 Persen Saham KEEN Rp 394 M

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR