TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

IHSG Diproyeksikan Melemah

Agus Haryanto
21 February 2022 | 09:06
rubrik: Capital Market
FOTO – Penutupan Perdagangan Efek 2019

Bursa Efek Indonesia (Rendy MR/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness – Dalam daily research report dari samuel research team memprediksikan memproyeksi indeks harga saham gabungan di Bursa Efek Indonesia atau  IHSG melemah.

Melalui Samuel.co.id, di Jakarta, hari ini, menunjukkan IHSG Diperkirakan Bergerak Melemah.

Bursa AS ditutup melemah pada perdagangan Jumat (18/2). DJIA -0,7%, S&P 500 0,7%, dan Nasdaq 1,2%, seiring dengan makin panasnya tensi antara Rusia-Ukraina. Presiden AS Joe Biden menyampaikan pada Jumat (18/2) bahwa berdasarkan informasi intelijen, ia meyakini presiden Rusia Vladimir Putin sudah memutuskan akan menyerang Ukraina. 

Dari sisi ekonomi, sejumlah data ekonomi penting AS akan dirilis pekan ini, diantaranya data manufacturing PMI, indeks keyakinan konsumen, pertumbuhan GDP, dan initial jobless claim mingguan. 

Pasar komoditas terpantau bergerak mixed pada Jumat (18/2), harga minyak WTI melemah 0,8% ke level USD 91,1/bbl, batubara 2,6% ke level USD 201,2/ton, emas turun 0,1% di level USD 1.899,8/toz, sedangkan harga nikel menguat 1,1% ke level USD 24.736.5/ton dan CPO menguat 0 4% ke level RM 5.743/ton.

Bursa Asia ditutup bervariasi pada Jumat (18/2).  Hang Seng -1,9%, Nikkei -0,4%, Shanghai +0,7%, dan Kospi flat +0,02%. 

Indeks EIDO ditutup menguat 0,5% dan IHSG juga menguat 0,8% ke level 6.893, dengan net buy asing di pasar reguler sebesar Rp 845 miliar dan net sell asing di pasar negosiasi sebesar Rp 45,6 miliar. Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan oleh ARTO (Rp 132,7 miliar), BBRI (Rp 101,0 miliar), dan ASII (Rp 65,3 miliar). Sementara itu, angka net sell asing tertinggi dicatatkan oleh SCMA (Rp 22,7 miliar), KPIG (Rp 17 miliar), dan BUMI (Rp 13,1 miliar). Top leading movers adalah SUPR, ASII, dan EMTK, sedangkan top lagging movers adalah BRPT, BEBS, dan TLKM.

BACA JUGA:   Ide Trading Akhir Pekan, Disarankan Beli Enam Saham Ini: MBMA, MDKA, BIPI, NCKL, HUMI, dan BUMI

Terjadi penambahan 48.484 kasus baru COVID-19 di Indonesia pada Minggu (20/2) dengan positive rate sebesar 18,2% (recovery rate: 86,9%, kasus aktif: 536.358).

Pagi ini pasar regional dibuka melemah, Kospi 1,5% dan Nikkei 1,6%. “Kami memperkirakan IHSG akan bergerak melemah hari ini, sejalan dengan pergerakan negatif bursa global dan regional,” demikian tertulis.

Foto: Rendy MR

Previous Post

Subholding Gas Pertamina Targetkan 17.570 Pelanggan Baru Gas Bumi di Wilayah Deli Serdang & Medan

Next Post

MEDCO E&P Natuna Ltd. Apresiasi Kinerja HSSE Elnusa pada Proyek HWU EHR-01

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR