Jakarta, TopBusiness – Dalam daily research report dari samuel research team memproyeksi indeks harga saham gabungan atau IHSG melemah.
Melalui Samuel.co.id, di Jakarta, hari ini, menunjukkan IHSG Berpotensi Bergerak Melemah.
Pasar saham AS pada perdagangan kemarin ditutup lebih rendah dengan Index Dow Jones turun 1,42%, S&P 500 1,01%, dan Nasdaq 1,23%. Pergerakan pasar saham dipengaruhi oleh meningkatnya ketegangan di wilayah Eropa Timur.
Pasar komoditas mayoritas bergerak positif; harga minyak WTI turun 1,7% ke level USD 92,35/bbl, harga batubara naik 7,36% ke level USD 224,75/ton, nikel 0,56% ke level USD 24.995,5/ton, CPO 3,4% ke level MYR 6,098/ton dan emas 0,06% ke level USD 1.907/toz.
Kemarin, bursa Asia ditutup lebih rendah: index Shanghai ditutup turun 1,0%, Nikkei 1,7% dan Hang Seng 2,7%. Indeks EIDO ditutup 0,08%, dan IHSG 0,59% ke level 6.862. Asing mencatatkan net buy sebesar Rp 729,7 miliar di pasar reguler, dan net buy sebesar Rp 128,4 miliar di pasar negosiasi. Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan oleh ARTO (Rp 238,2 miliar), EMTK (Rp 87,3 miliar), dan ANTM (Rp 67,7 miliar). Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak oleh UNVR (Rp 45,5 miliar), ACES (Rp 31,8 miliar), dan WSKT (Rp 23,7 miliar). Top leading movers emiten SUPR, CPIN, ARTO, sementara top lagging movers emiten BBRI, TLKM, BBCA.
Terjadi penambahan 57.491 kasus baru COVID-19 pada hari Selasa dengan positive rate sebesar 9,7% (recovery rate: 86,8%, kasus aktif: 549.431).
Pagi ini Kospi dibuka naik 0,6% dan Nikkei tutup untuk memperingati hari Emperor’s Birthday. “Kami memperkirakan IHSG akan bergerak melemah hari ini,” demikian tertulis.
Foto: Rendy MR
