Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia pada hari ini diperkirakan lanjutkan penguatan.
Dalam daily research report oleh Samuel Research Team, via samuel.co.id, di Jakarta, terlihat judul IHSG Diperkirakan Melanjutkan Penguatan.
Bursa AS ditutup cenderung melemah pada Senin (28/2). DJIA turun 0,49% ke level 33.892, begitu juga S&P500 (0,24%) sementara Nasdaq menguat 0,41%. Tensi geopolitik Rusia – Ukraina masih menjadi fokus pasar; AS dan negara sekutunya di Eropa telah memberlakukan sanksi ekonomi kepada bank sentral Rusia, sementara Rusia menyikapi jatuhnya nilai tukar rubel terhadap dolar AS pasca sanksi ekonomi dengan menaikkan suku bunga acuannya dari 9,5% ke 20%.
Makin panasnya tensi Rusia-Ukraina juga turut menghambat suplai komoditas, mendorong kenaikan harga di pasar global. Pada Senin (28/2), harga emas bergerak naik 1,01%, diikuti minyak Brent (4,08%), CPO (5,6%), dan batubara (15,1%).
EIDO ditutup naik 0,29%, sementara IHSG menguat 1,03% pada Jumat (25/2) ke level 6.888 dengan BBRI, ARTO dan TLKM sebagai top leading movers.
Net buy asing di pasar regular terpantau mencapai Rp 1,44 triliun. Saham yang mencatatkan nilai net buy asing tertinggi adalah ARTO (Rp 806,9 miliar), BBRI (Rp 346,9 miliar), dan SMGR (Rp 86 miliar) sementara net sell asing tertinggi dicetak oleh BMRI (Rp 234,5 miliar), BBCA (Rp 86,1 miliar), dan ADRO (Rp 73,8 miliar).
Sebanyak 25.054 kasus COVID-19 baru dilaporkan di Indonesia pada Senin (28/2) dengan total positivity rate sebesar 39,1% (total recovery rate: 87,4%, kasus aktif: 554.698).
Pada Selasa (1/3) ini, Indonesia akan merilis dua data ekonomi, data Inflasi Indonesia periode Feb-22 dengan konsensus sebesar +2,2% yoy/+0,03% mom (prev: 2,18% yoy/0,56% mom), serta data PMI manufaktur periode Feb-22 (konsensus: 52,9).
“Kami memperkirakan dua data tersebut akan turut mempengaruhi pergerakan pasar saham Indonesia hari ini, di samping perkembangan situasi global. Meski demikian, penguatan harga komoditas global diperkirakan berpotensi turut mendorong kenaikan saham emiten komoditas dalam negeri, yang juga berpotensi mengangkat IHSG hari ini,” demikian tertera.
