Jakarta, TopBusiness – Menyadari keberlangsungan bisnis perusahaan tidak hanya bergantung pada kinerja finansial semata, namun juga kelestarian lingkungan hidup dan kemampuan memberi nilai tambah kepada masyarakat sekitar, PT PELNI (Persero) kemudian menjalankan bisnis yang ramah lingkungan, berkelanjutan dan berkomitmen. Perseroan juga terus berupaya menyelaraskan kinerja usaha dengan pemberian manfaat bagi masyarakat dan lingkungan sebagai bagian dari pemangku kepentingan Perusahaan.
Dalam penjurian TOP CSR Awards 2022, Perseroan dicatat melakukan pendekatan proaktif dalam mengelola CSR-nya terutama di daerah pelabuhan yang disinggahi. Muaranya, banyak kemudian dihadirkan program inisiatif unggulan dalam pelestarian lingkungan hidup dan pemberian nilai tambah kepada masyarakat sekitar.
Tiga Program Inisiatif Unggulan
Beberapa program inisiatif unggulan tersebut, diantaranya adalah sebagai berikut. Pertama. Bantuan Penanganan Covid 19. Program ini merupakan program pemberian bantuan berupa bahan pangan, masker, handsinitizer, penyediaan care kit di kapal, pemberian vitamin untuk karyawan pusat, cabang dan kapal, pemberian alat hepafilter serta penyediaan transportasi gratis untuk nakes RS Pelni. Adapun manfaat yang dihadirkan adalah mampu meringankan beban hidup karena terdampak pandemi serta mempercepat pemulihan warga masyarakat yang terkena Covid 19.
Kedua. Program Rumah Kelola Sampah. Program ini menghadirkan sebuah rumah produksi dan edukasi untuk pengolahan sampah yang datang tidak hanya dari sampah rumah tangga tetapi juga sampah dari Kapal PELNI yang singgah di pelabuhan setempat untuk dapat diolah dan menjadi barang bernilai jual. Rumah kelola sampah yang telah dihadirkan misalnya di Batulicin, Kalimantan Selatan (2019). Bima, Nusa Tenggara Barat (2020). Baubau, Sulawesi Tenggara (2021).
Manfaat program ini adalah untuk membantu pemerintah daerah setempat untuk mengurangi volume sampah, mengedukasi warga sekitar untuk dapat mengolah sampah dengan benar sehingga menjadi barang bernilai jual yang nantinya dapat didistribusikan ke luar wilayah menggunakan kapal Pelni.
Ketiga. Program Revitalisasi Terumbu Karang. Program ini didasarkan atas dasar tingginya tingkat kerusakan terumbu karang di Perairan Indonesia. PELNI menggandeng Yayasan Terumbu Rupa untuk menanam instalasi yang dialiri listrik di bawah laut sebagai area revitalisasi terumbu karang buatan. Program Revitalisasi Terumbu Karang di antaranya dilaksanakan di Pulau Bangka, Sulawesi Utara (2018), Ternate, Maluku Utara (2019), Baubau, Sulawesi Tenggara (2020). Program ini memberi manfaat untuk memperbaiki ekosistem di bawah laut yang selanjutnya dapat meningkatkan wisata bahari di Indonesia.
Kontribusi Ekonomi, Sosial dan Lingkungan
Sebagai pemain kunci di transportasi maritim, PT PELNI (Persero) yang memiliki visi Menjadi Perusahaan Pelayaran dan Logistik Maritim Terkemuka di Asia Tenggara, juga memberi banyak kontribusi bagi masyarakat. Ada 3 kontribusi besar yang telah dihadirkan, misalnya dalam bidang ekonomi, sosial, dan lingkungan.
Dalam bidang ekonomi misalnya, mampu menghadirkan Program PUMK (Pendanaan Usaha Mikro & Kecil). PT PELNI dicatat telah menyalurkan kepada 38 mitra UMK dengan total nilai penyaluran Rp 1.850 juta. Di samping itu, menyelenggarakan seminar pelaporan untuk mitra di wilayah Sumedang, Jawa Barat.
Pada bidang sosial, PT PELNI bersama Ruangguru menghadirkan beasiswa untuk 305 siswa Papua. Selain itu memberikan bantuan untuk korban bencana alam Semeru. PT PELNI juga memberi life jacket untuk Pelaku Pelayaran Rakyat di Papua dan NTT.
Pada bidang lingkungan, PT PELNI misalnya membangun sarana air bersih di Sukabumi dan Batang, Jawa Tengah dan merevitalisasi hutan mangrove di pulau Harapan, Kep. Seribu.
Semua kontribusi tersebut semakin memacu PT PELNI untuk semakin melangkah secara lebih baik. Terlebih perseroan dicatat memiliki 45 Cabang, 49 Terminal Point, yaitu unit kerja pelaksana sebagian kegiatan perusahaan yang berada di bawah kendali Kantor Cabang, 26 Kapal Penumpang, 53 Kapal Perintis, 12 Kapal Barang, 18 Kapal Rede. Semua itu memerlukan penyelarasan berkelanjutan.
Penulis: Irawan Joko Nugroho
