Jakarta, TopBusiness—Dalam CSR, Cirebon Power saat ini sedang menyiapkan satu program yang paralel dengan satu regulasi dari pemerintahan. Program tersebut nantinya memungkinkan masyarakat memanfaatkan limbah batu bara dari pembangkit listrik yang dikelola perusahaan tersebut.
Hal tersebut dijelaskan oleh Community Development Manager Cirebon Power, Hafid Saptandito, dalam presentasi secara virtual hari ini, untuk Dewan Juri Top CSR Awards 2022, yang digelar Majalah TopBusiness bersama sejumlah lembaga.
Dengan program seperti itu, Hafid menambahkan, Cirebon Power berarti memberi ruang untuk green belt bagi masyarakat. “Juga, kami sekaligus mengurangi dampak operasional perusahaan ke lingkungan,” papar Hafid.
Pada kesempatan itu, dijelaskannya pula tentang program CSR lainnya yang sudah berjalan, yakni Astana. Ini merupakan kelompok masyarakat yang dibentuk bersama masyarakat, untuk menangani kebencanaan.
Saat berlangsungnya dampak Covid-19 ke masyarakat, Astana berperan serta dengan menggelar disinfektan, memproduksi-membagikan masker, dan lain-lain. “Astana pun berperan saat penanganan bencana-bencana selain Covid-19,” papar Hafid.
Sementara itu, Forum Masyarakat Peduli Lingkungan merupakan mitra bagi Cirebon Power, dalam menangani isu lingkungan. “Forum tersebut sudah ada sejak tahun 2015,” kata Hafid.
Adapun dalam presentasi yang sama, Community Development Officer Cirebon Power, Yorry Halyandra, menjelaskan bahwa kebijakan CSR pihaknya dirancang untuk paralel dengan pembangunan berkelanjutan dan strategi bisnis.
Yorry juga mencontohkan program CSR yang mengacu ke CSV. Yakni adanya kelompok masyarakat peduli bencana, serta kelompok pengrajin miniatur dan kayu.
Dalam strategi pengelolaan CSR, Cirebon Power mengacu ke ISO 26000 SR. Juga, mengacu kepada SDG’s serta sejumlah regulasi dari pemerintah.
CSR di Cirebon Power pun, Yorry mengimbuhkan, punya rencana strategis untuk periode panjang. Pada saat ini, yang sedang berjalan adalah periode 2018-2022.
Lebih lanjut, Yorry mencontohkan program pengelolaan limbah yang pada saat ini sudah berjalan. Dalam hal ini, Cirebon Power bekerja sama dengan satu pabrik semen di Jawa Barat, untuk mengelola limbah.
“Jadi, program pengelolaan limbah yang ini, sudah berjalan. Adapun program yang memungkinkan masyarakat mengelola limbah batu bara tersebut, sedang kami persiapkan,” kata Yorry.
