Jakarta, TopBusiness—Implementasi program CSR di Asuransi Sinarmas diukur dengan suatu key performance indicator (KPI). Acuan tersebut berlaku untuk tim inti yang mengelola CSR. Tim inti itu juga merupakan tim customer relationship.
“Untuk KPI terhadap karyawan yang memang harus mengelola CSR, sifatnya ada yang kualitatif atau juga kuantitatif,” kata Direktur Asuransi Sinarmas, Dumasi M.M. Samosir, dalam presentasi virtual untuk Dewan Juri Top CSR Awards 2022 (4/3/2022).
Ia menjelaskan bahwa dalam pelaksanaannya, program CSR tersebut juga didukung oleh karyawan di luar tim inti tersebut. Tingkat antusias karyawan non-tim inti tersebut untuk mengikuti program CSR, terbilang bagus.
“Mereka banyak yang tertarik juga mengikuti aktivitas CSR,” Dumasi menambahkan, “karena banyak aktivitas perjalanan ke daerah-daerah.”
Untuk karyawan non-tim inti, aktivitas CSR tak dimasukkan di KPI. “Namun, aktivitas CSR dimasukkan sebagai suatu nilai tambah untuk mereka,” Dumasi menjelaskan lagi.
Sementara, pada kesempatan yang sama, Customer Relationship Management Asuransi Sinarmas, Purwandari, menjelaskan bahwa keikutsertaan karyawan non-tim inti dalam aktivitas CSR, bersifat komplementer. “Mereka pun harus tetap mengutamakan tugas utama mereka,” papar Purwandari.
Pembangunan Berkelanjutan
KataPurwandari, Asuransi Sinarmas berkomitmen membuat good corporate citizenship melalui praktik GCG, CSR, dan literasi keuangan.
Ia pun menjelaskan tentang visi-misi dan pandangan terkait pembangunan dan bisnis berkelanjutan. Dalam hal ini, ada revisi visi-misi perusahaan, agar semakin sesuai prinsip berkelanjutan.
Ada penambahan satu poin di misi perusahaan, di mana poin tersebut tentang pembangunan berkelanjutan. “Revisi tersebut pun sesuai dengan peraturan dari OJK,” Purwandari menjelaskan lagi.
Adapun skor GCG Asuransi Sinarmas untuk tahun 2021, di level 2 atau berarti ‘baik’. Kemudian, untuk tahun sebelumnya atau 2020, nilai tersebut pun di level 2 atau ‘baik”.
“Untuk CSR, kami telah punya sejumlah kebijakan dan pedoman baku,” papar Purwandari.
Sejumlah program CSR unggulan saat adanya dampak Covid-19, masih menurut Purwandari, menyasar sejumlah kalangan. Itu adalah kalangan internal (karyawan perusahaan), nasabah perusahaan, serta kalangan mitra binaan.
