Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia pada hari ini berpotensi terkoreksi.
Dalam daily research report oleh Samuel Research Team, via samuel.co.id, di Jakarta, terlihat judul Terdorong Sentimen Global dan Regional, IHSG Berpotensi Terkoreksi.
Pada penutupan Jumat lalu (4/3), pasar AS bergerak melemah. Dow Jones melemah 0,53%, diikuti S&P 500 0,79%, dan Nasdaq 1,66%. Perhatian pasar AS akan tertuju pada potensi kenaikan suku bunga acuan The Feds sebesar 25 bps, yang akan diumumkan di pertemuan pekan depan. Rilis data US CPI pada Kamis (10/3) juga kemungkinan akan mencuri perhatian pasar, dengan ekspektasi konsensus di angka 7,9% yoy.
Pasar komoditas terpantau bergerak mayoritas menguat pada Jumat (4/3). Minyak WTI menguat 6,84% ke level USD 115/bbl, Brent 6,85% ke level USD 118/bbl. Harga batubara menguat 0,9% ke level USD 418/ton, nikel 11,7% ke level USD 30.063 sedangkan CPO melemah 8,99% ke level MYR 6.780. Sedangkan harga emas terpantau flat di level USD 1.937/toz).
Bursa Asia bergerak melemah Jumat (4/3) kemarin. Kospi melemah 1,2%, Nikkei melemah 2,2%, Hang Seng 2,5%, dan Shanghai 1%.
IHSG ditutup menguat 0,87% pada perdagangan Jumat lalu (4/3) ke level 6.928, dengan net buy sebesar Rp 2,39 triliun.
Angka net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan oleh MDKA (Rp 315,3 miliar), BBRI (Rp 294,9 miliar), dan TLKM (Rp 275,5 miliar). Sementara itu, angka net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak oleh BBCA (Rp 108,5 miliar), INTP (Rp 41,8 miliar), dan BUMI (Rp 38,6 miliar). Top leading movers adalah BBRI, ADRO, dan TLKM, sedangkan BBCA, UNVR, dan AVIA menjadi top lagging movers.
Terjadi penambahan 24.867 kasus baru COVID-19 di Indonesia pada hari Jumat (4/3) namun dengan jumlah kasus sembuh yang meningkat signifikan sebesar 49.080. Daily positive rate sebesar 12% dan overall positive sebesar 9,9% (Infection rate: 8,3%; recovery rate: 89,1%; kasus aktif: 475.951).
Pagi ini Kospi dibuka melemah 1,51% dan Nikkei dibuka 2,21%. “Kami memperkirakan IHSG akan terkoreksi, seiring dengan sentimen beragam dari pergerakan bursa global dan bursa regional,” demikian tertulis.
Foto: Rendah MR
