
Jakarta, businessnews.id — BTN (Bank Tabungan Negara) akan menawarkan obligasi senilai Rp 4 triliun pada tahun ini. Hal itu disampaikan Direktur Utama BTN Maryono di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, hari ini.
Pihaknya akan terlebih dahulu melihat kondisi pasar dan waktu yang memungkinkan. “Kami lihat dulu, nanti di semester I atau semester II.”
Dalam kesempatan yang sama ia menyatakan, persaingan bank saat ini untuk mendapatkan nasabah rumah pertama sangat ketat. Sehingga bank akan berlomba mengejar nasabah pertama. Bukan nasabah rumah kedua, ketiga, dan seterusnya.
Untuk itu, pihaknya akan tetap konsentrasi dengan FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan). “Penanganan FLPP berbeda dengan penanganan KPR (kredit pemilikan rumah) yang non-FLPP,” dia mengatakan lagi.
Ia berharap, market share BTN untuk FLPP masih bisa 90% ke atas. Sedangkan saat ini mencapai 93%-94%.
“Kalau tahun ini bertahan di 90%, itu oke. Sedangkan yang non-subsidi kami akan melakukan suatu strategi yang agresif, yaitu menggunakan marketing dan akan kerja sama dengan beberapa perusahaan korporasi maupun BUMN (badan usaha milik negara),” ujarnya
Walau gencar memberikan kredit perumahan, pihaknya akan terus menjaga CAR (capital adequity ratio) di angka 16%. Porsi KPR dibandingkan seluruh kredit, untuk tahun ini, diperkirakan tumbuh 15% dengan total nominal Rp 20 triliun.
“ KPR di tahun lalu tumbuh 19%, sekarang antara 15% sampai 16%.” (ABDUL AZIZ)