Jakarta, TopBusiness – Berdiri pada 19 Desember 1983, PT BPR Bank Bantul (Perseroda) kini menjelma menjadi badan usaha milik daerah (BUMD) dengan kinerja bisnis dan layanan yang mumpuni.
Kontribusinya kepada pemerintah daerah dalam bentuk setoran pendapatan asli daerah (PAD) juga terus meningkat setiap tahun. Demikian pula kontribusi Bank Bantul dalam mendukung pembangunan daerah selama ini cukup signifikan.
Pemegang saham Bank Bantul saat ini adalah Pemda Kabupaten Bantul sebesar 99,9 persen dan PDAM Kabupaten Bantul 0,01 persen.
Berdasarkan laporan kinerja PT BPR Bank Bantul yang disampaikan manajemen, total aset perusahaan terus meningkat dari Rp 453,22 miliar pada 2019 menjadi Rp 490,57 miliar (2020) dan Rp 525,2 miliar (2021).
Total kredit yang disalurkan Bank Bantul pada 2021 telah mencapai Rp 421,46 miliar, naik dibandingkan tahun 2020 sebesar Rp 417,03 milair dan Rp 409,28 miliar pada 2019.
Penyaluran kredit terbesar pada 2021 adalah untuk pegawai Rp 307,27 miliar, disusul kredit UMKM/Umum Rp 122,38 miliar, kemudian Kredit Merapi Rp 1,71 milair, Kredit Kesga Rp 1,4 miliar, dan Kredit Bakul Rp 400 juta.
Perkembangan tabungan di Bank Bantul juga terus meningkat dari Rp 169,768 miliar pada 2019, kemudian naik menjadi Rp 168,12 miliar pada 2020 dan Rp 188,4 miliar pada 2021. Sementara itu, deposito pada 2021 mencapai Rp 212,47 miliar, meningkat dibandingkan tahun 2020 Rp 199,82 miliar dan Rp 190,46 miliar pada 2019.
Meski demikian, laba Bank Bantul pada 2020 mengalami penurunan dibandingkan tahun 2019 sebagai dampak pandemi covid-19. Bank Bantul pada 2019 berhasil meraup laba Rp 11,02 miliar, sedangkan laba pada 2020 turun menjadi Rp 6,05 miliar, kemudian laba naik menjadi Rp 7,02 miliar pada 2021.
Direktur Utama Bank Bantul Aristini Sriyatun menjelaskan, Bank Bantul merupakan bank BUMD dengan kegiatan usaha menghimpun tabungan dan deposito, lending atau menyalurkan kredit untuk UMKM, pegawai, kelompok, dan pensiun.
Bank Bantul juga memberikan jasa payment point seperti pembayaran tagihan PDAM, listrik, telepon dan lainnya. Ada juga jasa transfer dan pembayaran SPP sekolah.
Produk kredit Bank Bantul antara lain Projo Umum, Kredit KesGa, Projo Bakul, dan Paseban. Untuk produk tabungannya ada Tamansari, Tabungan Adik, TabunganKu, Taren, da Tamasya Plus. Sedangkan produk deposito ada Depo Masda dan Deposito Manasuka.
Berantas Rentenir
Aristini menjelaskan, ada dua inovasi unggulan yang dilakukan manajemen Bank Bantul, yaitu pemberdayaan UMKM dan kredit melawan rentenir. “Upaya untuk pemberantasan rentenir dilakukan dengan membuka kantor kas di 17 kecamatan dan letak yang dipilih di dekat pasar,” kata dia dalam sesi presentasi dan wawancara penjurian TOP BUMD Awards 2022 yang dilakukan secara virtual, Jumat (4/3/2022).
Hadir pula dalam penjurian ini, Heri Sutanto (Direktur Bank Bantul ) dan Handhy Saputro Prabowo (Direktur Kepatuhan Bank Bantul).
Menurut dia, beberapa produk kredit atau pembiayaan dari Bank Bantul untuk melawan rentenir adalah Kredit Merapi, Kredit Projo Bakul, dan Kredit Kesga.
Kredit Merapi adalah kredit yang diperuntukkan bagi UMKM secara perorangan untuk kebutuhan modal kerja. “Jangka waktu sampai dengan 24 bulan. Bunga 0,5 persen flat per bulan, dengan plafon maksimal Rp 10 juta.
Total Kredit Merapi yang tersalurkan sampai saat ini mencapai Rp 1,7 miliar untuk 395 debitur.
Sementara itu, Kredit Projo Bakul adalah kredit kelompok yang bersifat program dan diperuntukkan bagi kelompok-kelompok yang berbasis komunitas pedagang pasar di Pasar Tradisional maupun kelompok yang berbasis komunitas pedagang/bakul di pedusunan wilayah Kabupaten Bantul.
“Kredit ini punya kelebihan karena bunganya murah, tanpa agunan dan dengan jangka waktu 5 atau 10 bulan,” ucap dia.
Saat ini ada 356 kelompok yang memperoleh Kredit Projo Bakul dengan jumlah kredit yang tersalur mencapai Rp 400 juta.
Produk terakhir yang juga dipakai untuk melawan rentenir adalah Kredit Kesga. Ini merupakan kredit berbasis kelompok yang diberikan dengan sistem tanggung renteng kepada kelompok-kelompok yang beranggotakan peserta binaan pemerintah Kabupaten Bantul yang telah mendapatkan rekomendasi dari Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPPKBPMD) Kabupaten Bantul.
Kredit Kesga juga punya kelebihan karena bunganya lebih murah, tanpa agunan dengan jangka waktu maksimal 12 bulan. Saat ini ada 489 kelompok yang mendapat Kredit Kesga dengan plafond mencapai Rp 1,4 miliar.
Bank Bantul juga berkomitmen untuk meningkatkan porsi kredit UMKM menjadi sebesar 30 persen dari total kredit.
Sedangkan untuk kontribusi langsung ke pemerintah daerah, Bank Bantul pada 2020 menyetorkan dana PAD sebesar Rp 2,517 miliar dan pada 2021 sebesar Rp 3 miliar. Dana setoran PAD tersebut mencakup sekitar 50 persen dari laba Bank Bantul.
