Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia pada hari ini berpeluang menguat.
Dalam daily research report oleh Samuel Research Team, via samuel.co.id, di Jakarta, terlihat judul IHSG Berpotensi Menguat.
Pasar saham AS pada perdagangan kemarin ditutup lebih rendah dengan Index Dow Jones turun 0,56%, S&P 500 0,72%, dan Nasdaq 0,28%. Pasar bergerak volatile pada perdaganan semalam dengan investor yang masih memperkirakan dampak dari perang Rusia-Ukraina.
Pasar komoditas mayoritas bergerak positif, harga minyak naik 3,6% ke level USD 123,7/bbl, harga batubara 2,15% ke level USD 425,65/ton, nikel 61,23% ke level USD 81.051,5/ton, CPO turun 2,64% ke level MYR 6.816/ton dan emas terpantau naik 2,37% ke level USD 2.043/toz.
Kemarin, bursa Asia ditutup lebih rendah, index Shanghai ditutup turun 2,4%, Nikkei 1,7% dan Hang Seng 1,4%. IHSG ditutup turun 0,8% ke level 6.814. Asing mencatatkan net buy sebesar Rp 569 miliar di pasar reguler, dan net buy sebesar Rp 44,6 miliar di pasar negosiasi. Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan ASII (Rp 540,9 miliar), TLKM (Rp 352,1 miliar), dan ADRO (Rp 194,9 miliar). Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak BBRI (Rp 287,7 miliar), BBCA (Rp 182,2 miliar), dan TOWR (Rp 74,5 miliar). Top leading movers emiten ASII, TLKM, MDKA, sementara top lagging movers emiten BBRI, ARTO, EMTK.
Terjadi penambahan 30,148 kasus baru COVID-19 pada hari Selasa dengan positive rate sebesar 13,3% (recovery rate: 90,1%, kasus aktif: 422.892).
Pagi ini Nikkei dibuka lebih tinggi dengan naik 0,41% dan Kospi tidak ada perdagangan karena hari Election Day. “Kami memperkirakan IHSG akan bergerak menguat hari ini,” demikian tertulis.
