Jakarta, TopBusiness – PT Gagas Energi Indonesia atau Gagas berkomitmen untuk tetap mengimplementasikan tanggung-jawab sosial perusahaan atau CSR di masa kenormalan baru.
“Jadi memang di tengah situasi yang ada saat ini, kita sebagai perusahan tetap berkomitmen untuk melaksanakan CSR, sebagai bentuk tanggung-jawab kita kepada lingkungan, bukan hanya melaksanakan bisnis tapi kita juga care terhadap lingkungan kita. Nah itu intinya,” kata Direktur Keuangan dan Dukungan Bisnis, Enro Situmorang, pada sesi pemaparan presentasi dengan materi berjudul Caring The Business and The People, di Jakarta, Jumat (11/03/2022).
Enro menyatakan bahwa pihaknya telah melaksanakan program-program CSR di masa pandemi. “Program-program yang sudah kami lakukan, di tengah pandemi saat ini. Apa yang telah kami sumbangsihkan bagi lingkungan, termasuk nanti bagaimana kami berkomitmen untuk men-support pemerintah dalam mencoba menangani atau menanggulangi, paling tidak berkontribusi. Yah memberikan kontribusi untuk penanganan pandemi Covid-19,” papar dia, dihadapan Dewan Juri TOP CSR Awards 2022.
Kemudian, dirinya juga menyatakan bahwa perusahaan pun mendukung program pemerintah. “Kemudian kita juga mensupport program pemerintah, program langit biru, yaitu bagaimana BBG ini bisa digunakan sebagai sumber energi yang bersih untuk transportasi,” tuturnya.
Di kesempatan yang sama, Ketua Tim CSR Irlita Findyasari menyatakan bahwa program CSR diselaraskan dengan pembangunan berkelanjutan. “Pastinya, kebijakan dan strategi CSR ini, kami selaraskan dengan pembangunan berkelanjutan dengan produk gas bumi kami yang ramah lingkungan. Jadinya kami mendukung program pemerintah untuk energi ramah lingkungan yang berkelanjutan, serta juga dengan tetap memegang prinsip-prinsip dasar lain yaitu profit, people dan planet dan Sustainable Development Goals,” kata dia lagi.
Lalu untuk menetapkan kebijakan atau program-program CSR, Gagas melakukan pemetaan sosial dengan dibarengi oleh isu-isu terkini. “Kami juga melakukan pemetaan, apakah ada isu bisnis atau isu yang paling hangat tahun 2020/2021. Pastinya adalah ekonomi, pandemi kemudian juga ada isu safety pastinya. Dan kepedulian terhadap lingkungan yang juga menjadi menjadi arah kami dalam menentukan kebijakan atau program CSR,” kata dia.
Gagas pun melakukan pengukuran terkait dampak, risiko dan peluang terhadap perusahaan. “Kemudian juga kami lakukan secara rutin pengukuran dampak, risiko melalui risk register, risk measurement, dan risk mitigations. Usaha-usaha untuk memitigasi risiko-risiko tersebut dan semuanya. Ini, kita lakukan juga, dan peluang,” ungkap Irlita.
Setelah itu, perusahaan melakukan monitoring. “Ada monitoring yang sifatnya rutin, yaitu monitoring pencapaian KPI bulanan, bagaimana hal-hal ini dipantau oleh manajemen. Apakah ini sudah tercapai dalam monitoring pencapaian kerja bulanan?,” kata dia.
Selanjutnya, Irlita menyatakan strategi CSR perusahaan adalah mengedepankan bisnis berkelanjutan perusahaan dan pengelolaan dampak. “Kami menyiapkan strategi bisnis yang lainnya dalam rangka mengembangkan produk, pasar dan infrastruktur. Kemudian juga strategi HSSE, dan strategi CSR berdasarkan ISO 26000 SR,” ungkap dia.
