TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Jurus Menggenjot Cakupan Layanan ala Perumda Air Minum Batiwakkal

Nurdian Akhmad
15 March 2022 | 23:44
rubrik: BUMD, Event
Jurus Menggenjot Cakupan Layanan ala Perumda Air Minum Batiwakkal

Jakarta, TopBusiness – Meskipun diadang pandemi covid-19, kinerja Perumda Air Minum Batiwakkal Kabupaten Berau dalam dua tahun ini menunjukkan peningkatan yang signifikan. Dari sisi jumlah pelanggan, ada kenaikan dari 28.936 sambungan rumah (SR) pada 2020 menjadi 31.763 SR pada 2021.

Tah hanya itu, pendapatan Perumda Air Minum Batiwakkal tahun 2021 juga meningkat 19,69 persen dari Rp 58,95 miliar pada 2020 menjadi Rp 64,09 miliar. BUMD Kabupaten Berau ini juga banyak melakukan inovasi, misalnya dengan mengimplementasikan berbagai solusi teknologi informasi (TI) untuk memudahkan layanan ke pelanggan.

“Pandemi  ini memang membuat daya beli masyarakat relatif rendah. Tapi dengan kondisi seperti itu Alhamdulillah kita dalam tiga tahun terakhir ini cukup banyak mendapatkan tambahan jumlah pelanggan, hampir 12 ribu SR,” ujar Saipul Rahman dalam sesi Presentasi dan Wawancara Penjurian TOP BUMD Awards 2022 yang dilakukan secara virtual, Rabu (9/3/2022).

Menurut Saipul, salah satu pendorong naiknya jumlah pelanggan di tengah pandemi ini karena adanya keringanan pembayaran yang diberikan kepada pelanggan baru.

Saat ini, cakupan layanan  Perumda Air Minum Batiwakkal secara teknis  mencapai 39,71 persen dan secara administrasi  36,47 persen. “Angka ini berdasar asumsi 1 SR untuk 3 jiwa. Padahal kondisi riil di Berau ini 1 SR bisa melayani 3 rumah. Jadi hitungan kami, cakupan layanan kami sebenarnya sudah mencapai 65 persen untuk teknis dan 60 persen administrasi,” kata Saipul.

Saat ini, Perumda Air Minum Batiwakkal memiliki misi untuk mengoptimalisisi dan melakukan pengembangan Sistem Pengolahan Air Minum (SPAM) guna mencapai cakupan layanan 70 persen masyarakat Kabupaten Berau.

Untuk tingkat kebocoran atau NRW di Perumda Air Minum Batiwakkal, menurut Saipul, saat ini mencapai 21,44 persen, di bawar rata-rata NRW nasional sebesar 25 persen. Sedangkan tingkat kualitas air minum di angka 84,55 persen.

BACA JUGA:   Perumda Air Minum Tirta Baribis, Kinerja Meningkat Perusahaan pun Sehat

“Rata-rata jam layanan kami saat ini di 20,18 jam per hari. Ini karena wilayah-wilayah perdesaan yang jauh dari perkotaan tidak bisa 24 jam karena pelanggan sedikit sehingga  6-8 jam sudah bisa terpenuhi kebutuhan air mereka. Kalau ditingkatkan 24 jam malah tidak efisien dari sisi biaya produksinya,” papar dia.

Berdasarkan Survei Kepuasan Pelanggan tahun 2021 terhadap 3.118 pelanggan Perumda Air Minum Batiwakkal, hasilnya mencapai 96,1 persen yang terdiri atas 19,7 persen sangat puas dan 76,3 persen menyatakan puas. 

Kepuasan pelanggan yang cukup tinggi ini tak lepas dari inovasi layanan yang dilakukan manajemen Perumda Air Minum Batiwakkal. Misalnya dengan mengaktifkan peran serta Ketua RT dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Inovasi dalam pelayanan pelanggan adalah dengan melibatkan Forum RT dan lurah di wilayah pelayanan Perumda untuk ikut menyusun perencanaan (semacam Musrenbang),” tutur Saipul.

Di masa pandemi covid-19, Perumda Air Minum Batiwakkal turut mendukung pelayanan RS Darurat Covid-19 di Tanjung Redeb. BUMD ini juga memberikan edukasi kepada masyarakat termasuk di antaranya meningkatkan kadar kaporit untuk mengurangi resiko penyebaran virus. “Kami juga membantu pendanaan operasional penanggulangan Pandemi Covid-19,” ucap dia.

Untuk inovasi TI yang dilakukan Perumda Air Minum Batiwakkal antara lain pengembangan dan implementasi ERP, pengembangan sistem E-office, dan pengembangan sistem monitoring. Selain itu, implementasi dan integrasi SCADA dan GIS, Penerapan Sistem Pengadaan Terintegrasi dan Sistem Manajemen Aset.

Di balik performa bisnis dan layanan yang cukup baik, kata Saipul, Perumda Air Minum Batiwakkal masih menghadapi tantangan, terutama dari sisi tarif air yang masih relatif rendah.

“Tarif air per kubik rata-rata hanya Rp 4.700, sedangkan di PDAM Kutai, misalnya tarif rata-ratanya sudah Rp 7.400,  jadi hampir dua kali lipat. Kami sejak 2011 belum ada kenaikan tarif pelanggan untuk seluruh kelas. Jadi kami diminta survive dan dapat laba, tapi tarifnya termasuk yang terendah di Kalimantan Timur,” tutur Saipul.

Tags: Perumda Air Minum BatiwakkalTOP BUMD Awards 2021TOP BUMD Awards 2022
Previous Post

Program CSR PTPN IX Adopsi CSV Demi Hasilkan Nilai Manfaat Bersama

Next Post

IHSG Diperkirakan Menguat

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR