Jakarta, TopBusiness – Konsisten menjalankan peran sebagai mitra pelaku usaha kecil, PT Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Kota Pasuruan yang memiliki visi mendorong dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan pembangunan daerah, tak henti untuk terus mengikis praktik “lintah darat” dari rentenir yang kerap menjerat pedagang kecil. BUMD Kota Pasuruan ini memiliki senjata “Kredit UMMA” yang diinisiasi sejak 2021 yang hingga kini telah banyak membantu pedagang kecil terhindar dari jerat praktik lintah darat.
Praktik rentenir menjadi fenomena umum yang banyak terjadi di pasar-pasar tradisional di Tanah Air. Baik rentenir perorangan maupun yang terorganisir dengan berkedok koperasi dalam menjalankan aksinya. Terutama aktivitas pinjam -meminjamkan uang dengan sistem bunga yang mencekik (tinggi).
Tak jarang banyak pedagang pasar di kampung-kampung yang terbujuk rayu, apalagi proses pencairan pinjaman yang mudah dan cepat dibandingkan dengan bank. Namun tingginya bunga yang dikenakan, kerap membuat pedagang kelimpungan yang tak ayal jika usaha sepi, terpaksa bisa jual aset berharga untuk mengembalikan pinjaman ke rentenir.
Tak tinggal diam, untuk menghadang gerak rentenir, BPR Pasuruan punya jurus khusus. Salah satunya meluncurkan produk pinjaman Kredit UMMA (Usaha Mikro bersaMA). Kredit UMMA merupakan Produk Kredit yang sengaja kami kemas untuk menghadapi praktik rentenir, khusus diberikan kepada masyarakat pelaku UMKM di Pasuruan.
“Pinjaman ini diberikan tanpa jaminan dengan proses mudah dan bunga rendah melalui kelompok atau perorangan, dengan plafon dari 1 juta dan maksimal Rp5 juta untuk jangka waktu maksimal 12 bulan. Sejak diluncurkan 2022 lalu, produk ini terus mengalami perkembangan dan mendapat respons besar dari pelaku usaha mikro karena mereka bisa terus menjalankan usaha tanpa harus berhubungan lagi dengan rentenir,” ungkap Iswinarti Margiana, SE., Direktur Utama (Dirut) PT BPR Kota Pasuruan, dalam sesi wawancara penjurian TOP BUMD Awards 2025 secara daring pada Rabu (22/01/2025) yang diselenggarakan Majalah Top Business Jakarta.
Ditambahkan untuk mengotimalkan layanan, BPR Kota Pasuruan selain menerapkan strategi jemput bola dengan menurunkan tim atau petugas ke lapangan, dengan mendatangi masyarakat atau para pedagang kecil di pasar-pasar tradisional. Dengan aktif terjun langsung ke pasar, masyarakat atau pedagang kecil pun makin mudah mendapatkan layanan BPR di pasar-pasar, sehingga aksi rentenir pun bisa ditekan.
Cara pembayaran untuk kredit ini bisa dilakukan dua acara. Pertama, bisa diangsur pokok dan bunga setiap bulan (Pinjaman Angsuran) langsung ke BPR Kota Pasuruan. Kedua, Penghimpunan Tabungan dan Angsuran melalui Ketua Kelompoknya, Ketua Kelompok bertanggung jawab membayarkan ke BPR Kota Pasuruan.
Guna meningkatkan kepercayaan dan transparansi dalam transaksi, para petugas bank di lapangan ini juga dilengkapi perangkat mobile collection yang bisa memberikan layanan secara online dari manapun. “Seiring dengan kemajuan teknologi informasi yang makin pesat dewasa ini, kami juga melakukan digitalisasi layanan bank dengan membangun sistem aplikasi dengan memanfaatkan teknologi digital. Salah satunya aplikasi Mobile Collection berbasis teknologi on line yang kini terus dikembangkan. Bisa untuk mendukung funding, marketing, AO dan lainnya untuk memudahkan layanan nasabah melakukan transaksi dan juga meningkatkan kinerja sesuai prinsip untuk layanan yang makin mudah, cepat, akurat, dan aman tentunya,” ujar Iswinarti.
Secara umum, perusahaan menerapkan strategi bisnisnya yakni melakukan teknik pemasaran yang berkaitan dengan produk – produk BPR, yang sesuai dengan daya beli masyarakat sekitar BPR dan melakukan inovasi produk sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Untuk performa dan daya saing, BPR Kota Pasuruan juga melakukan perbaikan sistem manajemen core banking, yakni perubahan core banking system berbasis website dan aplikasi pengajuan online. Sehingga diharapkan bank makin lincah dalam menyediakan layanan berbasis data dan informasi terintegrasi. Termasuk dalam menyajikan laporan keuangan, baik intern maupun ekstern.
“Dengan dukungan teknologi informasi dan sistem online, BPR Kota Pasuruan juga bisa melakukan transaksi online melalui kerja sama untuk Penerimaan layanan PPOB, Fasilitas VA dan Penerimaan setoran melalui Mobile Collection,” tambahnya.
Sejauh ini, perusahaan juga sudah banyak inovasi berbasis digital, baik di sistem manajemen, operasional, pemasaran, layanan pelanggan dan lainnya. Beberapa di ataranya ada aplikasi Software AKU CERIA (Aplikasi KepUasan CustomER setIA), Aplikasi HORE’IN AJA (PermoHOnan kREdit onlIN ), Aplikasi ULTA CAMER (kUmpuLan daTA CAlon custoMER. Inovasi dalam layanan DIGITAL MARKETING, Inovasi dalam layanan Mobile Collection dan lainnya. Kemudian ada juga aplikasi Layanan PPOB di semua kantor bekerja sama dengan Bank Mandiri dan Bank Permata.
Inovasi terbaru yakni aplikasi solusi bisnis untuk Konsumen/ Mitra / Eksternal bernama Artaku yang dimplementasikan tahun 2024. Aplikasi Artaku merupakan marketplace financial yang memfasilitasi antara BPR (Lembaga Keuangan) dengan masyarakat dan memberikan kemudahan pinjaman dari masyarakat kepada Lembaga Jasa Keuangan terdekat. Fitur unggulan, ada pengajuan secara online, mendapatkan promo dan bunga, mendapatkan informasi Lembaga Jasa Keuangan, Mencari Lembaga Jasa Keuangan terdekat, memantau status pengajuan.
“Bagi perusahaan ini merupakan strategi yang efektif untuk melakukan transformasi digital. Bisa menjangkau pembiayaan ke nasabah secara luas dan menciptakan ekosistem digital dengan memperluas jangkauan pasar perbankan,” terangnya.
Demikian juga untuk produk dan layanan, juga telah banyak inovasi. Di antaranaya bekerja sama dengan dinas kesehatan, PUPR, Water.org dan Wirausaha sanitasi untuk memberikan pembiayaan pembuatan sanitasi sehat melalui produk kredit ANITA (Air dan saNITAsi ). Bekerja sama dengan PT. ESRA WISATA (Nawarator & Travel) untuk memberikan pembiayaan kredit Umroh. Bekerja sama dengan PT Bina Global dan PT POS INDONESIA (Persero) untuk memberikan kredit pension. “Terbaru kami bekerja sama dengan GALERI 24 milik Pegadaian untuk memberikan kredit emas yang akan mulai dilaksanakan tahun ini 2025,” ujarnya.
Guna mendukung strategi transformasi ini, BPR Kota Pasuruan juga menerapkan strategi pengembagan SDM secara berkala. Di antaranya dengan mengikut sertakan pelatihan seluruh karyawan, Direksi maupun komisaris baik secara intern maupun ekstern baik melalui online maupun offline. Bahkan juga ada program sertifikasi keahlian untuk meningkatkan kompetensi keahlian. Meningkatkan motivasi karyawan untuk selalu memperbaiki budaya kinerja dan upaya penguatan lainnya.
“Kami juga banyak melakukan pelatihan-pelatihan kepada para karyawan, Direksi maupun komisaris baik secara intern maupun ekstern baik melalui online maupun offline. Kami juga memberikan motivasi untuk terus memperbaiki kinerja dengan menerapkan sistem manajemen kinerja,” ungkapnya.
Di hadapan dewan juri, Direktur BPR Kota Pasuruan, Iswinarti juga mengungkapkan terobosan dan inovasi ini juga berdampak pada performa usaha yang tetap terjaga. Hasil penilaian Skor GCG (Good Corporate Governance) atau penilaian penerapan tata kelola perusahaan yang baik mendapat BPR Pasuruan meraih predikat Sangat Baik. “Nilai skor 1,7 masuk peringkat 1 dengan predikat “ SANGAT BAIK“, ujar Iswinarti.
Secara umum dari aspek usaha, setelah bangkit dari Pandemi Covid-19, BPR Kota Pasuruan mampu menunjukkan performa usaha yang tetap solid. Tahun 2022 mampu membukukan laba sebesar Rp1,9 miliar lebih besar dari yang ditarget semula sebesar Rp1,6 miliar.
Tahun 2023 perusahaan mencatatkan laba bruto Rp1.658.155.380 dan sedikit terkoreksi di 2024 menjadi Rp 1.515.811.547 karena berbagai penyesuaian. Namun hal yang mengembirakan, perusahaan berhasil memperbaiki konerja kredit macet atau rasio non performing loan (NPL) bruto dari kredit yang diberikan yakni dari 7.12% tahun 2023 menjadi 5.19% di tahun 2024 lalu.
Disebutkan, dalam beberapa tahun terakhir, performa dan kinerja BPR milik Pemerintah Kota pasuruan ini juga terus menunjukkan kemajuan, baik dari aspek usaha, maupun dalam mengemban tugas dan misinya sebagai BUMD, terutama dalam upaya membantu mengerakkan ekonomi masyarakat melalui dukungan permodalan. Kinerja kredit dan aset perusahaan juga terus meningkat. Misalnya untuk kredit tahun 2023 sebesar Rp 41.2 naik dari tahun sebelumnya 35,3 miliar. Sedangkan tahun 2024 kredit yang disalurkan mencapai Rp 39,8 miliar. Sedangkan aset tahun 2023 sebesar Rp 62.3 dan tahun 2024 naik menjadi Rp 63.8miliar.
Peningkatan ini juga tak lepas dari inovasi produk dan layanan dan strategi bisnis yang dihadirkan. Strategi bisnis (secara Umum) yakni dengan melakukan teknik pemasaran yang berkaitan dengan produk – produk BPR yang sesuai dengan daya beli masyarakat sekitar serta melakukan inovasi produk sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Salah satu produk simpanan yang cukup berkembang yang disesuaikan dengan minat dan daya beli masyarakat yakni produk simpanan bernama “SIMAHAR” atau Simpanan Masyarakat Hari Raya.
“Di sini banyak masyarakat, terutama kaum ibu-ibu yang sengaja menyimpan uang untuk perayaan hari raya, seperti melalui arisan atau semacam kopeai. Nah seringkali bermasalah, saat simpanan mau dicairkan, karena yang membawa uangnya kabur. Akhirnya kami hadirkan SIMAHAR, dan ternyata responsnya cukup bagus. Kami juga banyak edukasi ke ibu-ibu, termasuk pensiun dan lansia yang ada uang lebih, bahwa menyimpan uang ke perorangan atau lembaga yang tidak resmi, itu bahaya, apalagi kalau dibawa kabur. Akhirnya mereka mulai mengerti dan beralih ke bank,” ujarnya.
Dengan performa yang makin solid, tahun ini BPR Pasuruan tahun ini kembali terpilih menjadi salah satu finalis dan masuk nominasi untuk di penghargaan “TOP BUMD AWARDS 2025.” Kegiatan ini diselenggarakan oleh majalah Top Business, bekerja sama dengan Institut Otonomi Daerah (i-OTDA) serta beberapa lembaga Tim Penilai seperti Lembaga Kajian Nawa Cita (LKN), SGL Management, PPM Manajemen, PT Sinergi Daya Prima, Dwika Consulting, Melani K Harriman & Associate, Solusi Kinerja Bisnis (SKB) serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis – Universitas Padjajaran Bandung, serta beberapa Lembaga lainnya.
Adapun tim juri penilai terdiriKusuma Prabandari (Dwika Copnsullting), Nurul Y Setyabudi (IDTUG /BPSK DKI Jakarta), .Sentot Baskoro (LSP MSDMKI) yang dipandu moderator Ahmad Chury (Solusi Kinerja Bisnis).
Editor: Agus H
