Jakarta, TopBusiness – PT LKM Rangkasbitung mempunyai cara tersendiri dalam melakukan kegiatan penagihan utang, meski ada program relaksasi bagi nasabah di masa pandemi Covid-19.
Saat sesi pendalaman materi presentasi dengan judul “Membumi untuk Mengangkasa”, Direktur Utama LKM Rangkasbitung Frengky Nainggolan, menjelaskan bagaimana cara pihaknya dalam menerapkan program relaksasi sebagaimana diamanatkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
“Ini memang kita disarankan dari otoritas, OJK tapi kita tidak begitu mudah seperti perbankan yang lain. Jadi ketika itu, kita sampaikan ke OJK bahwa kita akan melakukan verifikasi dan validasi jika memang karena faktor pandemi usaha mereka terganggu, kita akan berikan relaksasi,” kata Frengky, dihadapan Dewan Juri TOP BUMD Awards 2022, yang berlangsung secara daring melalui aplikasi zoom meeting, di Jakarta, Rabu (16/03/2022).
Menurut Frengky, dengan melalui proses verifikasi dan validasi akan diketahui seberapa besar dampak pandemi terhadap nasabah LKM Rangkasbitung. Selain, pihaknya juga memberikan masukan dan saran bahkan pendampingan terhadap nasabah tersebut.
“Kita mengetahui ada beberapa memang nasabah kita, tapi tidak terlalu banyak. Di cabang Selatan sana yang kantin-kantin sekolah, yah mengalami kegagalan bayar atau berkurangnya kemampuan bayar karena sekolah tutup di awal-awal pandemi. Tetapi kita juga mengedukasi mereka, supaya mencoba mengalihkan fungsi kegiatan mereka. Ada yang kita minta jadi pedagang keliling dan sebagainya. Karena konsep kita tidak hanya take and give dengan nasabah itu, tapi kita juga ada edukasi,” ungkap dia.
Dalam pandangan Frengky, LKM Rangkasbitung ini hadir untuk mengedukasi para nasabah sehingga tercipta pola pikir untuk lebih berinovasi dalam usahanya. “Jadi tidak cukup, dia tidak bisa bayar. Jadi ketika dia kita alihkan, Alhamdulillah ada beberapa pedagang itu yang memang beralih fungsi, yang tadinya pedagang di sekolah di kantin, akhirnya dia keliling sehingga bisa tetap melakukan pembayaran,” papar dia.
Selanjutnya, dirinya menerangkan bahwa para nasabah ditekankan untuk tetap melakukan pelunasan kredit, meski ada program relaksasi. “Dan untuk mitigasi risiko, kita tambahkan satu klausa, dimana akan ada wanprestasi karena alasan pandemi Covid-19. Karena kita menyadari sejak diberlakukannya relaksasi, itu terus terang rata-rata perbankan itu agak goyang karena banyak nasabah memanfaatkan maklumat,” kata dia.
Selain, LKM Rangkasbitung juga berkolaborasi dengan pihak keamanan untuk tetap melakukan operasional bisnis, meski dalam suasana pandemi. Namun, tetap mengedepankan protokol kesehatan.
“Kita juga harus mencoba meng-counter itu dengan maklumat bahwa BUMD itu tetap boleh beroperasi sehingga kami waktu itu tidak mengalami (hal yang berarti). Sebagaimana seperti ada spanduk tidak boleh masuk ke suatu daerah atau satu kampung, tapi kami tetap bisa setelah melakukan pendekatan yang baik-baik ke camat, kepala desa, dan lurah dan sebagainya,” ungkap Frengky.
Alhasil, LKM Rangkasbitung pada akhirnya mampu melalui masa-masa sulit dengan baik dan pada gilirannya berjalan sesuai dengan yang diharapkan. “Alhamdulillah walaupun kami mengalami di awal-awal penurunan di April dan Maret 2020, tapi setelah di bulan Mei kita sudah kembali kembali ke track yang sebenarnya. Jadi overall pandemi ini walaupun kita berharap segera selesai tapi kita masih bisa lewati dengan baik dan terus bisa growth,” tutur dia.
