Jakarta, TopBusiness – Bank BBS atau PT BPRS Bhakti Sumekar merupakan sebuah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Sumenep. Bank ini didirikan pada 16 September 2002 dengan bentuk perseroan terbatas (PT), kemudian dalam perkembangannya berubah status menjadi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
Sebagai badan usaha milik pemerintah kabupaten Sumenep yang bergerak dibidang perbankan, saat ini Bank BBS telah memiliki jaringan kantor sebanyak 31 kantor yang tersebar di daratan dan kepulauan Sumenep serta diluar kabupaten Sumenep yaitu di Kabupaten Pamekasan dan Jember.
“Berdirinya Bank BBS ditujukan untuk meningkatkan dan mendayagunakan potensi ekonomi daerah dalam rangka meningkatkan pendapatan Asli Daerah(PAD) Pemerintah Kabupaten Sumenep,” ujar Hairil Fajar selaku Direktur Operasional BPRS Bhakti Sumekar saat sesi penjurian TOP BUMD Awards 2022 secara online oleh Majalah TopBusiness, Rabu (9/3/2022).
Untuk mewujudkan hal tersebut, banyak upaya yang telah dilakukan Bank BBS. Salah satu strateginya yaitu Digital Banking.
“Kami menciptakan layanan digitalisasi yang bisa digunakan nasabah secara mandiri baik di Kantor Pusat maupun Kantor Cabang melalui berbagai pilihan produk dan layanan yang dirancang sesuai kebutuhan Nasabah (customer centric) dan memberikan layanan yang mudah, cepat, dan dapat diandalkan, salah satunya BBS mobile,” terang Hairil Fajar.
BBS mobile merupakan aplikasi berbasis smartphone android Bank BBS untuk memudahkan bertransaksi kapan saja dan dimana saja. Aktivasi BBS mobile bebas dari biaya iuran dan administrasi bulanan. Dalam aplikasi ini terdapat fitur transaksi yang lengkap seperti; Cek saldo tabungan, Cek mutasi tabungan dan Transfer antar rekening Bank BBS.
“Dengan BBS mobile nasabah dapat melakukan tarik tunai secara elektronik melalui Agen BBS Setrik maupun Teller Bank BBS,” kata Hairil Fajar.
“Adapula Mobile Collection (BBS Setrik) merupakan layanan yang digunanakan oleh petugas bank agar mempermudah layanan setoran dan tarikan nasabah. Nasabah tidak perlu ke kantor untuk melakukan transaksi sehingga dapat mengurangi antrian di teller,” imbuh Hairil Fajar.
Bank BBS terus berupaya memberikan akses kemudahan pada nasabah terutama dalam akses permodalan untuk mengembangkan usaha perekonomian masyarakat. Selain itu, Bank BBS juga terus bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Sumenep dalam rangka pengelolaan keuangan, penyaluran dana bantuan sosial seperti: BLT Dana Desa, BST Kabupaten Sumenep, BLT Dana Desa Kemiskinan Ekstrim, BST Kemiskinan Ekstrim Nasional dan BLT DBHCHT.
Penulis: Mi’roji
