Jakarta, TopBusiness – Selama delapan tahun (sewindu) berkiprah sejak berdiri 22 Mei 2014, PT Penjamin Kredit Daerah (Perseroda) Sumatera Selatan (Sumsel) telah mengalami banyak kemajuan. Selain mampu mendorong roda ekonomi daerah melalui layanan penjaminan kredit bagi masyarakat, pelaku usaha, termasuk UMKM, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemerintah Provinsi Sumsel ini juga mampu mencetak laba dan memberikan kontribusi Pendapatan Asli Daeerah (PAD) untuk mendukung berbagai kegiatan pembangunan di daerahnya.
Meski sedang dilanda pandemi Covid-19, selama dua tahun terakhir, PT Jamkrida Sumsel bisa terus membukukan kinerja usaha yang positif. Selain mampu mempertahankan layanan jaminan pembiayaan atau kredit usaha, seperti penjaminan pembiayaan bagi UMKM melalui KUR, perusahaan juga terus mampu meningkatkan laba dan memberikan kontribusi PAD bagi pembangunan di daerah.
Selama dua tahun terakhir, Jamkrida Sumsel juga meraih predikat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan kinerja keuangannya. Tahun 2021 tingkat kesehatan PT Jamkrida Sumsel mendapatkan skor atau nilai 1,2 dengan kriteria “Sangat Sehat”.
Secara angka, Jamkrida Sumsel tahun buku 2020 mampu meningkatkan market share penjaminan sebesar 153% dari tahun sebelumnya. Jumlah kredit yang dijamin juga meningkat dari Rp2,25 triliun pada tahun 2020 meningkat menjadi Rp3,45 triliun pada tahun 2021. Sedangkan jumlah pelanggan melesat dari 13.182 pada tahun 2020 menjadi 25.085 pelanggan atau naik 190%. Hal lain yang membanggakan, selain meraup laba, tahun lalu perusahaan juga menghasilkan dividen keseluruhan sebesar Rp5,3 miliar.
“Peningkatan kinerja, termasuk market share ini tidak terlepas dari kerja keras seluruh tim di Jamkrida Sumsel seiring dengan berbagai strategi dan terobosan yang kami lakukan. Di antaranya pemasaran melalui teknologi digital atau pemasaran sistem online secara continue dengan mengedepankan kualitas pelayanan dan kepuasan pelanggan,” jelas Direktur Jamkrida Sumsel Lili Kartika dalam sesi Presentasi dan Wawancara Penjurian TOP BUMD Awards 2022 yang dilakukan secara virtual melalui aplikasi Zoom Meeting, Jumat (18/3/2022).
“Pengembangan Sistem Teknologi Informasi (TI) kami lakukan paralel dengan konsep kerja digital banking yang mulai banyak diterapkan oleh mitra perusahaan untuk menambah kemudahan, kenyamanan, keamanan dalam pelaksanaan kerja sama dengan mitra,” ujarnya.
Inovasi IT
Lebih lanjut dikatakan, selama masa pandemi dan era kenormalan baru ini, juga diterapkan inovasi dan strategi/layanan untuk mendukung bisnis penjaminan ini. Di antaranya, pengembangan sistem TI yang dapat memudahkan mitra kerja mengakses produk penjaminan. Peningkatan kegiatan pemasaran kepada semua mitra kerja di seluruh kabupaten dan kota se-Sumatera Selatan yang merupakan wilayah kerja PT Jamkrida Sumsel (Perseroda).
Lalu, pengembangan jaringan kerja (Marketing Point) dan jaringan pemasaran (Service Point) di seluruh kabupaten dan kota se-Sumsel. Bahkan juga dilakukan upaya perluasan lingkup usaha agar dapat menjangkau provinsi lain yang masih belum memiliki perusahaan penjaminan kredit daerah.
Terkait pengembagan infrastrutkur sistem TI, saat ini PT Jamkrida Sumsel telah memiliki Sistem TI yang terintegrasi, antara Bagian Penjaminan dengan Bagian Keuangan dan juga memiliki website serta media sosial sebagai sarana informasi dan promosi. Pengembangan sistem TI terus ditingkatkan paralel dengan konsep digital banking yang diterapkan oleh mitra perusahaan.
“Sebagai contoh, kami telah menerapkan penggunaan Sistem Penjaminan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan Bank Sumsel Babel untuk memberikan kemudahan layanan masyarakat,” ujar Lili dalam sesi tanya jawab didampingi timnya (Mega Indah Yudistiara selaku Sekretaris, Mariance Trisnawaty Manager, serta Ela Rosalina selaku Asisten Manager).
“Ini sejalan dengan visi Jamkrida Sumsel (Perseroda), yakni -Menjadi Perusahaan Penjaminan Kredit yang sehat, peduli dan unggul sebagai mitra kerja usaha Mikro, Kecil, Menengah dan Koperasi (UMKMK) menuju sukses dan mandiri dalam rangka memacu dinamika perekonomian serta kesejahteraan masyarakat. Dalam hal ini, kami juga telah melakukan survei kepuasan pelanggan dan secara umum tingkat kepuasan pelanggan masuk dalam kategori Sangat Puas,” lanjutnya.
Hal lain yang tak kalah penting, manajemen Jamkrida Sumsel pada tahun 2020 berhasil meyakinkan Pemprov Sumsel dan Pemerintah Kabupaten/Kota di Sumsel untuk menggunakan produk surety bond sebagai penjamin proyek-proyek pemerintah. Sehinga perusahaan bisa menerbitkan jaminan proyek bagi pihak ketiga (penyedia jasa) yang mendapatkan pekerjaan pengadaan barang/jasa dari pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten dan pemerintah kota di Sumatera Selatan untuk mendukung kelancaran proses pengadaan barang/jasa di lingkungan pemerintah daerah.
“Ini juga menjadi bagian dari upaya kami untuk memberikan kontribusi, terutama dalam mendukung pembangunan daerah,” tutur Lili Kartika kepada tim dewan Juri Top BUMD Awards 2022 (Prof DR. Wahyudin Zarkasi -UNPAD Bandung, DR. Al Hady- LKN, serta Sri Nitirwati -LKN yang dimoderatori Ahmad Chury (Solusi Kinerja Binsis/SKB).
Perkuat SDM
Ditambahkan, perusahaan juga konsisten untuk terus berupaya meningkatkan kemampuan dan kompetensi para SDM, dari level atas hingga bawah melalui berbagai Pendidikan dan pelatihan. Hal ini juga sebagai antisipasi agar SDM selalu siap beradaptasi terhadap perubahan iklim usaha, termasuk perubahan peraturan yang terus berkembang yang dapat mempengaruhi kinerja perusahaan. Seperti penerapan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 71, 72 dan 73 yang wajib diberlakukan terhitung mulai tahun 2020. Bakan PT Jamkrida Sumsel (Perseroda) termasuk dalam 3 (tiga) Perusahaan Penjaminan yang telah menerapkan PSAK 71, 72 dan 73.
“Untuk optimalisasi kinerja, masing-masing karyawan ditempatkan pada posisi atau jabatan yang sesuai dengan latar belakang pendidikan dan setiap tahun wajib mengikuti pelatihan/workshop/seminar baik secara online maupun offline. Di level atas, kami juga melakukan upaya peningkatan kompetensi Direksi, Komisaris/Pengawas dengan mengikutkan program dan sertifikasi keahlian antara lain Certified Risk Governance Professional (CRGP) dan refreshment untuk sertifikasi tersebut setiap tahun,” ujarnya.
Dalam pengelolaan sistem manajemen SDM, PT Jamkrida Sumsel (Perseroda) telah mengatur sistem penggajian dengan menyesuaikan pada hasil penilaian kinerja masing-masing karyawan yang dilaksanakan setiap tahun dan dengan mempertimbangkan masa kerja karyawan. Selain itu, juga menerapkan sistem reward and punishment sebagai bentuk apresiasi dalam pencapaian mereka atas kinerja secara konsisten dan berkesinambungan.
Guna mengetahu dan mengukur sejauh mana tingkat kepuasan karyawan terhadap perusahaan, juga telah dilakukan survei kepuasan karyawan. Survei dilakukan dengan membagikan kuisioner secara langsung ke masing-masing karyawan.
“Hasilnya dapat disampaikan bahwa seluruh karyawan puas terhadap kinerja perusahaan dan juga puas terhadap peningkatan kesejahteraan yang diterima oleh masing-masing karyawan,” pungkasnya.
Penulis: Ahmad Chury
