TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Ini Tantangan Ketua DPD Perbamida Jateng dan DIY Baru

Nurdian Akhmad
21 March 2022 | 15:46
rubrik: BUMD, Business Info
Ini Tantangan Ketua DPD Perbamida Jateng dan DIY Baru

Jakarta, TopBusiness – Sugeng Prijono terpilih menjadi Ketua DPD Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Milik Pemerintah Daerah (Perbamida) wilayah Jateng dan DIY periode 2022-2026.

Sugeng yang merupakan direktur PT BPR BKK Purwokerto ini terpilih dalam acara Musyawawah Wilayah (Muswil) IX yang diselenggarakan di Hotel Java Heritage di Purwokerto pada Jumat (18/3/2022).

Muswil tidak hanya diisi pemilihan Ketua DPD saja, melainkan juga seminar mengenai digitalisasi perbankan. Para peserta yang datang dalam acara Muswil sekitar 100 orang.

Sugeng mengatakan bahwa saat sekarang pihaknya juga ikut mengedukasi masyarakat melalui QRIS yang merupakan digitalisasi perbankan. “Saat sekarang sudah masuk zamannya QRIS, sehingga kita mengedukasi masyarakat dalam menerapkan non tunai melalui QRIS,”jelasnya.

Tantangan saat ini yang dihadapi BPR BKK adalah teknologi. Dia mengakui kalau BPR BKK jelas kalah dengan perbankan umum dalam teknologi. “Bank umum jelas memiliki teknologi yang lebih baik dibandingkan dengan BPR BKK,”katanya.

Tantangan kedua adalah soal penyaluran kredit. Saat ini, pemerintah memiliki kebijakan melalui dana pemulihan ekonomi nasional (PEN). “KUR itu bunganya kecil 3,7%. Nah, kami melihat, sebetulnya daerah bisa ada KUR Daerah. Jadi, nantinya ada subsidi bunga yang diambilkan dari APBD. Penyalurannya dari kita, BPR BKK,”jelas Sugeng.

Khusus di Banyumas, sebetulnya ada program yang namanya pinjaman bergulir dengan bunga hanya 2%. “Namun, penyalurannya masih sebatas kelompok, belum sampai ke perseorangan. Mudah-mudahan, ke depan ada inovasi untuk perseorangan. Sementara ini ada kendala karena belum menyentuh perseorangan,” kata Sugeng.

Untuk yang mengendap di BPR BKK ada sekitar Rp 4 miliar. Itu belum tersalurkan karena syaratnya adalah kelompok. “Sehingga perlu disalurkan, sehingga perlu ada perubahan aturan,” ucapnya.

BACA JUGA:   BUMD Energi Sumsel Ini Rencana Go Public
Tags: Perbamida
Previous Post

Dari Kanada, RI Ingin Luaskan Ekspor ke Amerika Utara

Next Post

Tol Kuala Tanjung – Tebing Tinggi – Parapat akan Buka Akses Menuju Danau Toba

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR