Jakarta, TopBusiness – PT BPR BKK Kendal (Perseroda) mempunyai strategi untuk menekan biaya, yakni dengan melakukan introspeksi sehingga tercipta efisiensi di kinerja keuangan.
Saat sesi pendalaman materi presentasi dalam ajang penjurian TOP BUMD Awards 2022, Direktur Utama BPR BKK Kendal, Akhmad Mundolin, membeberkan beberapa strategi dalam rangka melakukan efisiensi di perseroda.
“Kemudian strategi untuk penurunan biaya memang ada beberapa strategi penurunan biaya tadi karena kita sangat introspeksi. Artinya, karena pendapatan kita turun ya kita introspeksi. Biayanya harus mutlak turun,” ungkap dia, dihadapan Dewa Juri, secara daring melalui aplikasi zoom meeting,di Jakarta, Senin (21/03/2022).
Lalu dia menjelaskan beberapa kegiatan-kegiatan untuk menekan laju biaya. “Ada beberapa strategi diantaranya memang kita untuk efisiensi ini lebih menunda atau tidak melaksanakan hal-hal yang tidak terkait dengan langsung dengan perkembangan BPR BKK, yang mungkin dari sisi pendidikan-pelatihan. Tidak kita optimalkan 5 persen, full juga. Karena POJK-nya juga tidak mengatur bahwa memang ketersediaan dananya 5 persen dari DPK, tapi tidak harus semuanya digunakan. Artinya bisa untuk di-pending,” papar dia,
Kemudian strategi lain, menurut Akhmad Mundolin, tentunya perseroda menyesuaikan tingkat suku bunga sesuai yang ada di industtri perbankan. “Karena kita menjualnya nggak bisa tinggi lagi. Sudah otomatis suku bunga cost of fund-nya, suku bunga tabungan juga kita menyesuaikan di lapangan. Tapi yang jelas masih kompetitif, artinya tidak under sekali, karena BPR kalau terlalu rendah sekali, bisa malah nggak laku,” kata dia.
Selain itu, dirinya juga menceritakan strategi untuk melakukan ekspansi. “Kemudian untuk strategi ekspansi, yang jelas kita masih melaksanakan. Secara angkanya, ekspansi kita itu sebenarnya dari tahun ke tahun tumbuhnya lumayan tinggi, masih 8,34 persen. Kalau nggak salah, tadi di data kami itu. Tapi ‘kan di sisi suku bunganya itu memang rendah,” jelas Akhmad Mundolin.
Sementara itu, di era kenormalan baru, perseroda pun memiliki cara tersendiri untuk tetap tumbuh, yaitu dengan memonitoring, sekalian untuk memacu perkembangan bisnis debitur itu sendiri. “Kemudian untuk strategi yang sudah tidak terdampak Covid-19. Artinya untuk mengentaskan kredit yang relaksasi kita menggunakan strategi monitoring ke debitur. Artinya kalau usaha debitur sudah tidak terdampak lagi, akhirnya kita menggunakan relaksasi umum. Jadi tidak lagi pakai relaksasi yang ketentuan POJK nomor satu. Itu untuk melatih nasabah juga, agar diusahanya semakin bertumbuh perkembang,” kata dia.
Bahkan, manajemen BPR BKK Kendal berupaya agar bisa mempertahankan net interest margin (NIM). “Kemudian yang tadinya kalau net interest margin-nya turun terus. Strategi kita nanti ke depan, kita akan membangun pelayanan payment point atau usaha-usaha di bidang yang bisa menambah income, meningkatkan pendapatan kita, selain dari bunga kredit,” katanya.
