Jakarta-Thebusinessnews., Manajer investasi asing terbesar di dunia seperti BlackRock (BlackRock Investment Management LLC) yang memiliki dana sekitar Rp77 triliun akan mudah untuk masuk dan mengoleksi saham-saham di BEI. Apalagi di Amerika Serikat, masih banyak manajer investasi yang memiliki dana besar yang dapat masuk ataupun keluar dari pasar modal Indonesia dalam periode singkat.
“Jadi pasar modal Indonesia terlalu kecil. Makanya kami terus berupaya memperbesar pasar dengan meningkatkan jumlah emiten ataupun jumlah investor,” jelas Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia, Tito Sulistio di Jakarta,Sabtu ( 23/1/16)
Sekedar informasi, BlackRock sendiri memang telah memiliki investasi di pasar modal Indonesia. Salah satunya berwujud exchange traded fund (ETF) yang diberi nama Indonesia Investable Market Index Fund (EIDO) atau yang lebih dikenal dengan iShares MSCI Indonesia ETF. Berdasarkan prospektus ringkasnya, Nilai Aktiva Bersih (NAB) EIDO per 31 Desember 2015 adalah senilai US$268,26 juta atau setara dengan Rp3,71 triliun berdasarkan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS dalam kurs tengah BI di periode yang sama.
Aset dasar ETF EIDO ini adalah saham-saham berkapitalisasi besar yang tercatat di BEI seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Astra International Tbk (ASII), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT Matahari Departement Store Tbk (LPPF), PT Bank Negara Indonesia (Persero) (BBNI), PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP), dan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR). (az)