TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Manajer Investasi Asal Amerika Koleksi ETF Lokal Rp 3,71 Triliun

Nurdian Akhmad
23 January 2016 | 20:45
rubrik: Business Info

Jakarta-Thebusinessnews., Manajer investasi asing terbesar di dunia seperti BlackRock (BlackRock Investment Management LLC) yang memiliki dana sekitar Rp77 triliun akan mudah untuk masuk dan mengoleksi saham-saham di BEI. Apalagi di Amerika Serikat, masih banyak manajer investasi yang memiliki dana besar yang dapat masuk ataupun keluar dari pasar modal Indonesia dalam periode singkat.

“Jadi pasar modal Indonesia terlalu kecil. Makanya kami terus berupaya memperbesar pasar dengan meningkatkan jumlah emiten ataupun jumlah investor,” jelas Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia, Tito Sulistio di Jakarta,Sabtu ( 23/1/16)

Sekedar informasi, BlackRock sendiri memang telah memiliki investasi di pasar modal Indonesia. Salah satunya berwujud exchange traded fund (ETF) yang diberi nama Indonesia Investable Market Index Fund (EIDO) atau yang lebih dikenal dengan iShares MSCI Indonesia ETF. Berdasarkan prospektus ringkasnya, Nilai Aktiva Bersih (NAB) EIDO per 31 Desember 2015 adalah senilai US$268,26 juta atau setara dengan Rp3,71 triliun berdasarkan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS dalam kurs tengah BI di periode yang sama.

Aset dasar ETF EIDO ini adalah saham-saham berkapitalisasi besar yang tercatat di BEI seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Astra International Tbk (ASII), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT Matahari Departement Store Tbk (LPPF), PT Bank Negara Indonesia (Persero) (BBNI), PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP), dan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR). (az)

BACA JUGA:   Laporan GapMaps: Restoran Cepat Saji di Indonesia Belum Samai Standar Internasional
Previous Post

Daging Dan Telur Ayam Picu Inflasi 0,7 persen

Next Post

Pelaku UMKM Akan Didukung Satelit BRI

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR