Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga sesi penutupan perdagangan hari ini diperkirakan bergerak melemah.
Di laman Samuel.co.id, tim riset Samuel Sekuritas Indonesia dalam laporan riset harian, memperlihatkan judul IHSG Diperkirakan Bergerak Melemah.
Bursa AS ditutup melemah pada Rabu (23/3), Nasdaq 1,3%, DJIA 1,3%, dan S&P500 1,2%. Pasar tertekan oleh tensi perang yang semakin panas antara Rusia dan Ukraina, serta ketakutan pelaku pasar akan kenaikan harga minyak (minyak WTI melesat ke USD 114/barrel) yang dikhawatirkan dapat memicu lonjakan inflasi.
Sementara itu, pelaku pasar juga akan menantikan data initial jobless claim mingguan yang akan dirilis nanti malam.
Pasar komoditas terpantau bergerak menguat, nikel naik 14,4% menjadi USD 32.375/ton, batu bara 8,1% ke level USD 270/ton, CPO 4,5% ke level RM 6.529/ton, minyak 2,3% ke level USD 114,4/bbl, dan emas 1,2% menjadi USD 1.950/ toz.
Bursa Asia ditutup menguat pada Rabu (23/3), Nikkei 3,0%, Hang Seng 1,2%, Kospi 0,9%, dan Shanghai 0,3%.
IHSG ditutup flat (-0,06%) di level 6.996, dengan net buy asing di pasar reguler sebesar Rp 795 miliar dan di pasar negosiasi sebesar Rp 16.5 miliar. Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan BBRI (Rp 267,2 miliar), BMRI (Rp 256,0 miliar), dan TLKM (Rp 168.6 miliar). Sementara itu, net sell asing tertinggi dicatatkan oleh ARTO (Rp 129,4 miliar), ANTM (Rp 61,2 miliar), dan ITMG (Rp 60,4 miliar). BMRI, ADMR, dan INCO menjadi top leading movers, sementara ARTO, ASII, dan SUPR menjadi top lagging movers.
Terjadi penambahan 6.376 kasus baru COVID-19 di Indonesia kemarin (23/3) dengan positivity rate sebesar 5,8% (recovery rate: 94,6%, kasus aktif: 168.563).
Pagi ini pasar regional dibuka melemah, Nikkei -1,2% dan Kospi -0,6%. “Kami memperkirakan IHSG akan bergerak melemah hari ini, seiring dengan sentimen negatif dari bursa global dan regional,” demikian tertulis.
