Jakarta, Top Business—PT Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (Bank NTT) untuk tahun 2021 mencatatkan laba bersih Rp228,26 miliar. Adapun laba bersih per saham pada tahun 2021, tercatat di Rp1.393.
Hal ini dikatakan oleh Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho, kemarin sore dalam presentasi virtual untuk Dewan Juri Top BUMD Awards 2022 yang digelar Majalah Top Business bersama sejumlah lembaga.
Harry pun menjelaskan sejumlah capaian kinerja bisnis Bank NTT untuk tahun 2021. Antara lain, dijelaskannya bahwa NPL (non performing loan) net, di 0,90%. Rasio BOPO (biaya operasional berbanding pendapatan operasional) di 81,38%. Kemudian, rasio LDR (loan to deposit ratio) pada angka 89%.
“Kami terus berupaya menaikkan porsi dana murah. Tahun 2022 ini, kami melakukan pendalaman struktur dana yang berbasis dana murah,” kata Harry.
Ia pun memaparkan tentang penyaluran kredit Bank NTT pada tahun 2021. Dalam hal tersebut, total kredit modal kerja yang disalurkan sebanyak Rp2,06 triliun. Porsi kredit investasi di Rp428,23 miliar. Sedangkan untuk kredit konsumsi di Rp8,63 triliun.
Harry juga memaparkan bahwa, pada saat masa Covid-19, Bank NTT tidak melakukan PHK (pemutusan hubungan kerja). Namun, justru melakukan perekrutan karyawan.
“Hal tersebut,” kata Harry, “semata-mata kami lakukan karena suatu panggilan. Serta untuk menanggulangi Covid-19 plus mendukung struktur ekonomi rumah tangga.”
Inovasi
Dalam presentasi tersebut, Harry pun memaparkan sejumlah terobosan atau pun inovasi yang digelar Bank NTT. Satu di antara itu adalah bahwa penguatan ekosistem pembiayaan.
Adapun contoh lainnya adalah sebagai berikut: diversifikasi produk dan kredit; menyediakan pasar e-commerce; pelayanan digital loan; adanya smart branch; adanya Agen Dia Bisa; dan lain-lain.
Ia mengatakan, selanjutnya, bahwa Aplikasi Be Pung Mobile merupakan contoh inovasi oleh Bank NTT. Aplikasi tersebut merupakan i banking bisnis yang bisa memungkinkan tarik tunai tanpa kartu, mengacu ke kode QRIS, dan lain-lain).
“Untuk level GCG, Bank NTT mendapatkan peringkat komposit 3,” Harry menjelaskan.
