Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan Kamis (31/03/2022), diperkirakan bergerak sideways.
Dalam laman samuel.co.id, tim peneliti Samuel melalui laporan penelitian harian, di Jakarta, mengambil judul IHSG Diperkirakan Bergerak Sideways.
Bursa AS semalam ditutup melemah, Nasdaq 1,2%, DJIA 0,2%, dan S&P500 0,6%. Pelemahan ini terjadi setelah sebelumnya bursa US mengalami kenaikan berturut selama beberapa hari. Semalam terdapat rilis data GDP US 4Q21 yang naik 6,9%. Sementara itu, pelaku pasar juga akan menantikan data jobless claim yang akan dirilis nanti malam.
Pasar komoditas terpantau bergerak cenderung menguat, nikel naik 2,6% menjadi USD 32.893/ton, batu bara 2,6% ke level USD 260/ton, minyak 1,8% ke level USD 107/bbl, emas 0,7% menjadi USD 1.938/ toz, sementara CPO turun 1,1% ke level RM 6.248/ton.
Bursa Asia kemarin ditutup cenderung menguat. Shanghai +2,0%, Hang Seng 1,4%, Kospi 0,2%, dan Nikkei -0,8%. Di perdagangan kemarin, IHSG ditutup menguat 0,59% ke level 7.053, dengan net buy asing di pasar reguler sebesar Rp 949,9 miliar dan net sell di pasar negosiasi Rp 352,1 miliar. Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan TLKM (Rp 298,6 miliar), BBRI (Rp 171,9 miliar), dan BBNI (Rp 71,0 miliar). Sementara itu, net sell asing tertinggi dicatatkan BUKA (Rp 119,6 miliar), ITMG (Rp 37,3 miliar), dan PTBA (Rp 24,9 miliar). Top leading movers adalah UNVR, EMTK, ARTO dan top lagging movers adalah ADRO, SUPR, BMRI.
Terjadi penambahan 3.840 kasus baru Covid-19 kemarin dengan positive rate sebesar 4,4% (recovery rate: 95,6%, kasus aktif: 111.555).
Pagi ini pasar regional dibuka bervariasi, Nikkei -0,8% dan Kospi +0,2%. “Dengan sentimen bursa global dan regional, hari ini IHSG kami perkirakan akan bergerak sideways,” demikian tertulis.
