Jakarta-Thebusinessnews. PT Djakarta Lloyd pada rentang 2016 akan menitikberatkan pada restrukturisasi keuangan , investasi dan sinergi antar Badan Usaha Milik Negara (BUMN) . Hal itu dibutuhkan 7 kapal untuk pengembangan.
SementaraPada tahun 2017 akan membutuhkan 10 kapal.sedangkan 2018 perusahaan akan melakukan aliansi global dengan berbagai perusahaan internasional dengan membuka rute container internasional dan restrukturisasi keuangan sehingga membutuhkan 15 kapal sebagai bagian dari pengambangan bisnis.
Tahun 2019 , diharapkan sudah masuk menjadi perusahaan kelas global dengan membutuhkan kapal 18. Dan tahun 2020, perusahaan memiliki 20 kapal dengan dan perusahaan akan menjadi perusahaan public dengan penjualan sahamnya melalui perdangan pasar saham.
Direktur Utama PT Djakarta Lloyd , Arham S.Torik mengatakan seebenarnya tidak sulit bagi perusahaan untuk mendapatkan kapal dalam jumlah itu , “Sebenarnya dengan sinergi BUMN ini bisa berjalan dengan baik business to business, dari 10 persen BUMN saja kita sudah bisa membeli-memiliki kapal.”ujar dia di Jakarta,Rabu(27/1/2016
Banyak potensi pasar dari perusahaan BUMN ini seperti cargo dari Pertamina, Batubara Bukit Asam, Semen, petrochemical. Ini suatu potensi sangat besar .Saat ini persero telah memiliki 5 armada kapal kontainer dengan kapasitas 1600 teus dan 2 kapal cargo Panamex. (al)