Jakarta, Top Business—Agung Laksamana, Ketua Public Affairs Forum Indonesia dan Executive Vice President di Freeport Indonesia, menyampaikan pandangannya dalam Stakeholder Engagement in the New Era, webinar yang digelar Public Affairs Forum Indonesia.
”Public affairs harus memiliki new mindset dalam konteks stakeholder relationships dan engagement di era baru ini,” papar Agung dalam keterangan tertulis pagi ini.
Divisi public affairs harus sejak awal terlibat dalam proses bisnis organisasi baik strategy, planning, execution. Jadi tidak semata stakeholders engagement atau ketika organisasi sedang ditimpanya isunya atau krisisnya saja. “Kompetensi public affairs pun harus bisa memaksimalkan platform digital untuk engaging stakeholders, karena kebiasaan para stakeholders juga sudah berubah.”
Di sisi lain, Nyimas Fauziah Rikani, Senior Manager Komunikasi SKK Migas, menambahkan bahwa kemampuan dan kemauan untuk mau mendengarkan harapan stakeholder juga merupakan hal yang penting dan perlu dilakukan praktisi public affairs dalam kesuksesan sebuah stakeholder engagement. “Dengan mendengarkan, kita bisa membuat key message secara costumize sesuai yang diinginkan, dengan demikian perhatian stakeholder akan fokus.”
Selain itu, Melanie Masriel, Chief of Corporate Affairs, Engagement and Sustainability L’Oréal dalam diskusi ini menambahkan, “Sebagai korporasi kita harus memiliki data analisis yang kuat terkait apa yang dibicarakan atau dipikirkan oleh stakeholder dan dengan begitu kita bisa menggunakan channel yang tepat untuk bisa engage dengan mereka .”Hanya ketika kita bisa mendengarkan dengan saksama, maka kita bisa engage dengan audiens kita,” ujar dia/
Adapun Arif Zulkifli, Direktur Utama PT Tempo Inti Media Tbk., memberikan pandangannya tentang pentingnya memberikan informasi dengan mengutamakan transparansi untuk membangun kepercayaan antar-pemangku kepentingan.
Sedangkan Daniel Rembeth, selaku Advisor to the Senior Partner, Government Relations and Public Affairs PwC Indonesia memaparkan, agar praktisi terus beradaptasi dalam semua situasi dengan memanfaatkan channel digital untuk menyampaikan pesan kepada stakeholder, dan tentunya pesan tersebut harus being honest.
