TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

IHSG Diperkirakan Melemah

Agus Haryanto
1 April 2022 | 05:40
rubrik: Capital Market
FOTO2 BURSA EFEK

Bursa Efek Indonesia (Rendy MR/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga sesi penutupan perdagangan hari ini diperkirakan melemah.

Di laman Samuel.co.id, tim riset Samuel Sekuritas Indonesia dalam laporan riset harian, memperlihatkan judul  IHSG Berpotensi Melemah Hari Ini.

Bursa saham AS hari Kamis kemarin (31/03) ditutup melemah. Dow Jones -1,56%, S&P500 1,57%, dan Nasdaq 1,54%. Presiden Joe Biden mengungkapkan rencana untuk melepaskan 1 juta barel minyak per hari mulai Mei untuk enam bulan ke depan dari cadangan minyak strategis AS dalam upaya untuk mengurangi lonjakan harga energi. 

Core PCE price index naik di bulan Februari sebesar 5,4%, di bawah ekspektasi 5,5%. Data initial jobless claim naik sebesar 202 ribu, minggu sebelumnya sebesar 188 ribu. Pasar juga akan menanti data unemployment rate dan non-farm payroll AS bulan Maret yang akan dirilis hari Jumat ini. 

Pasar komoditas bergerak mixed, minyak WTI terpantau turun 5,6% ke level USD 101/bbl, CPO 3,3% ke MYR 6.044/ton, batubara 0,3% di level USD 251/ton, sementara nikel naik 2,2% ke level USD 32.099/ton, dan emas 0,17% ke level USD 1.942/toz.

Bursa Asia ditutup mixed pada perdagangan Kamis (31/03). Hang Seng -1,1%, Nikkei 0,7%, Shanghai 0,4%, sedangkan Kospi +0,4%. 

IHSG ditutup menguat 0,26% ke level 7.071. Total keseluruhan net foreign buy sebesar Rp 769,2 miliar. Net foreign buy pada pasar regular Rp 1,13 triliun dan net foreign sell pada pasar negosiasi tercatat sebesar Rp 369,9 miliar. Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan BBCA (Rp 318,8 miliar), TLKM (Rp 241,4 miliar), dan BBNI (Rp 142,4 miliar). Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak ESSA (Rp 53,2 miliar), BUKA (Rp 51,7 miliar), dan UNVR (Rp 29,3 miliar). 

BACA JUGA:   Jelang Libur Panjang, Indeks Naik Tipis

Kasus Covid-19 di Indonesia ada penambahan 3.332 kasus baru kemarin, turun 13,2% dibandingkan hari sebelumnya dengan daily positive rate 4,0%. Recovery rate 95,6% dan kasus aktif sebanyak 106.927 pada hari yang sama.

Di Indonesia, hari ini aturan PPN naik menjadi 11% mulai berlaku dan harga Pertamax juga akan naik menjadi Rp 12.500 – 13.000 di 34 provinsi. 

Hari ini juga akan rilis data inflasi bulan Maret di Indonesia yang diperkirakan consensus core inflation naik sebesar 2,33% (core inflation bulan Februari: 2,03%). 

Pagi ini pasar Asia dibuka melemah, Nikkei 0,71% dan Kospi 0,43%. 

“Kami perkirakan IHSG akan bergerak melemah hari ini, seiring dengan sentimen negatif global dan domestik,” demikian tertulis.

Previous Post

Pandemi Melanda, Kinerja Bank BPD Bali Tetap Tumbuh Positif

Next Post

Berikut, Pedoman untuk Public Affairs Masa Kini

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR