Jakarta, TopBusiness—Tahun 2022 bisa merupakan tahun konsolidasi bagi beberapa sektor properti. Dalam hal tersebut, terlihat bahwa pasar properti mulai bergerak.
“Dengan tahun konsolidasi tersebut, pasar properti bergerak lebih baik. Tetapi hal ini tergantung pula ke beberapa faktor lain,” kata konsultan properti dari Colliers Indonesia, Ferry Salanto, dalam paparan riset terbaru ke media massa, yang berlangsung secara virtual hari ini.
Ferry mengatakan bahwa faktor lain tersebut adalah kondisi ekonomi makro Indonesia, serta kondisi perekonomian global. Bila dua kondisi tersebut tak terpenuhi, mungkin sektor properti yang dalam konsolidasi pun terdampak.
“Kenaikan PPN sebesar 11% dari yang tadinya 10%, juga bisa menimbulkan sedikit hambatan bagi pasar properti. Sementara sebelumnya sudah ada sedikit perbaikan,” kata Ferry.
Ia pun menjelaskan tentang kondisi properti perkantoran Jakarta untuk kuartal pertama 2022. Tingkat hunian perkantoran di CBD Jakarta, kini 75% atau menurun 3% dibandingkan kuartal sebelumnya.
Adapun untuk perkantoran non-CBD, tingkat hunian tersebut tercatat pada 75,3% atau turun 3,0% secara kuartalan. “Pengurangan luas kantor oleh penyewa, menjadi faktor yang paling menentukan turunnya tingkatnya huniannya tersebut,” papar dia.
Adapun untuk sektor apartemen di Jakarta, Ferry mengatakan bahwa aktivitas developer untuk memerkenalkan proyek baru, telah terlihat di kuartal pertama 2022.
“Namun, dari segi pasokan, belum ada kenaikan signifikan dibandingkan masa pra-Covid-19.”
