Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga sesi penutupan perdagangan hari ini diperkirakan melemah.
Di laman Samuel.co.id, tim riset Samuel Sekuritas Indonesia dalam laporan riset harian, memperlihatkan judul IHSG Diperkirakan Melemah.
Bursa AS semalam ditutup melemah, DJIA 1,2%, S&P500 1,7%, dan Nasdaq 2,2%. Penurunan indeks Nasdaq mungkin disebabkan kekhawatiran bahwa tingginya tingkat suku bunga di US akan mulai memperlambat ekonomi. Rilis data ekonomi yang dinantikan malam ini salah satunya data inflasi AS bulan Maret (Consensus: 8,4% YoY; prev: 7,9% YoY).
Stock futures terpantau hanya naik tipis kemungkinan karena investor menunggu data inflasi yang diprediksi akan mencapai level tertinggi sejak Desember 1981.
Untuk komoditas, harga Brent terpantau turun 3,2% menjadi USD 99,5/bbl, sementara CPO naik 1,4%. Emas sedikit naik 0,36%, nikel 0,5%, begitu juga batu bara naik 0,14% menjadi USD292/ton.
IHSG per kemarin turun 0,10% ke level 7.203,8 dengan top leading mover adalah TPIA, IATA, dan SRTG, sedangkan top lagging mover adalah MDKA, BBCA, ASII. Net buy investor asing secara total mencapai Rp 1.117,8 miliar.
Di pasar reguler, net buy dari investor asing mencapai Rp 801,1 miliar, sedangkan di pasar negosiasi, net buy investor asing adalah Rp 316,7 miliar. Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan oleh GOTO (Rp 249,9 miliar), TLKM (Rp 165,8 miliar), dan ASII (Rp 156,2 miliar). Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak SMGR (Rp 43 miliar), TOWR (Rp 34,6 miliar), dan SRTG (Rp 31,3 miliar).
Terdapat penambahan 1.196 kasus baru COVID-19 kemarin dengan positivity rate sebesar 1,2% (kasus aktif: 69.849). Jumlah kasus sembuh bertambah sebesar 3.978 kasus (recovery rate: 96,3%).
Bursa regional pagi ini juga dibuka melemah, Nikkei 0,85% dan Kospi 0,32%. “IHSG kami perkirakan akan mengalami pelemahan seiring sentimen global, sementara investor juga menunggu rilis data ekonomi AS,” demikian tertulis.
