Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga sesi penutupan perdagangan hari ini diperkirakan menguat.
Di laman Samuel.co.id, tim riset Samuel Sekuritas Indonesia dalam laporan riset harian, memperlihatkan judul IHSG Berpotensi Menguat.
Pasar saham AS pada perdagangan kemarin ditutup lebih rendah dengan Index Dow Jones turun 0,26%, S&P 500 0,34%, dan Nasdaq 0,3%. Pergerakan pasar dipengaruhi oleh data inflasi Maret 2022 yang mencapai 8,5%, level tertinggi dalam 4 dekade terakhir.
Pasar komoditas bergerak positif; harga minyak naik 5,71% ke level USD 100,6/bbl, harga batubara 6,93% ke level USD 317,75/ton, CPO 2,33% ke level MYR 6,559/ton, nikel naik 0,36% ke USD 32.813/ton dan emas terpantau 1,02% ke level USD 1.976/toz.
Kemarin, bursa Asia ditutup mixed dengan index Shanghai dan Hang Seng ditutup masing-masing naik 1,46% dan 0,52%, sedangkan Nikkei turun 1,81%. Indeks EIDO ditutup naik 0,45%, dan IHSG ditutup menguat 0,15% ke level 7.214,8. Asing mencatatkan net buy sebesar Rp 1,11 triliun di pasar reguler, dan net buy sebesar Rp 337,9 miliar di pasar negosiasi. Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan oleh TLKM (Rp 337,9 miliar), BBCA (Rp 146,5 miliar), dan BBRI (Rp 126,7 miliar). Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak oleh BUMI (Rp 48,8 miliar), BMRI (Rp 35,2 miliar), dan SMGR (Rp 27,6 miliar). Top leading movers emiten MDKA, BBCA, TLKM, sementara top lagging movers emiten GOTO, BYAN, TPIA.
Terjadi penambahan 1.455 kasus baru COVID-19 pada hari Selasa dengan positive rate sebesar 1,4% (recovery rate: 96,3%, kasus aktif: 67.975).
Pagi ini pasar Asia dibuka hijau dengan Nikkei dibuka +0,61% dan Kospi 0,39%. “Kami memperkirakan IHSG hari ini akan bergerak positif seiring dengan menguatnya harga komoditas dan pergerakan positif bursa regional,” demikian tertulis.
